Travel Gelap Angkut 11 Penumpang Asal Jakarta Disetop di Solo

Ari Purnomo - detikNews
Selasa, 11 Mei 2021 16:26 WIB
Penyekatan kendaraan berpelat luar Solo
Penyekatan kendaraan berpelat luar Solo (Foto: Ari Purnomo/detikcom)
Solo -

Polresta Solo mengamankan travel gelap dari Jakarta dan Bandung yang masuk ke wilayah Solo. Travel ilegal itu berisi 11 penumpang yang rencananya akan menuju ke wilayah Jawa Timur (Jatim).

Kapolresta Solo Kombes Ade Safri Simanjuntak menjelaskan, travel gelap itu diamankan saat melintas di Jalan Adi Sucipto, Senin (10/5), sekitar pukul 23.00 WIB.

"Kami berhasil mengamankan satu unit travel gelap yang mengangkut 11 penumpang dari Bandung dan Jakarta saat melintas di Pospam Makutho semalam," kata Ade Safri kepada wartawan, Selasa (11/5/2021).

Ade menyebut para penumpang beserta sopir lalu dites swab di lokasi. Setelah dinyatakan negatif Corona, para penumpang tersebut diizinkan pulang ke rumahnya masing-masing.

"Totalnya kan ada 11 termasuk sang sopir, semuanya dites swab dan hasilnya negatif. Hari ini dibuatkan surat dari Satgas COVID-19 Solo untuk kembali ke tempatnya masing-masing," tuturnya.

Sementara itu, satu unit mobil travel berpelat hitam itu disita sebagai barang bukti. Sedangkan sopir travel gelap dijerat dengan pasal 280 Undang-Undang nomor 22 tahun 2019 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ).

"Kita tindak sesuai dengan UU LLAJ di mana travel tersebut memanfaatkan situasi larangan operasional angkutan penumpang," ujar Ade.

Ade Safri mengatakan selain travel gelap penindakan juga dilakukan terhadap 10 kendaraan yang tidak dilengkapi dengan dokumen. Kendaraan yang tidak ada kesesuaian surat menyuratnya juga ditilang.

Ade menambahkan hingga hari H-2 Lebaran jumlah kendaraan berpelat nomor luar Solo yang melintas sudah mulai mengalami penurunan. Meski begitu, pemeriksaan tetap dilakukan secara intensif untuk mencegah terjadinya lonjakan kasus baru COVID-19.

"Pelat luar solo relatif menurun dibandingkan hari-hari sebelumnya. Namun tetap diintensifkan penyekatan agar dapat kendalikan dan tidak terjadi peningkatan," ujarnya.

(ams/rih)