Round-Up

Saat Dosen di Solo Tantang Gibran Debat Jalanan di Lokasi Penyekatan

Ari Purnomo - detikNews
Selasa, 11 Mei 2021 08:09 WIB
Solo -

Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka sempat terlibat debat dengan seorang dosen perempuan di Pospam Jurug, Solo, Senin (10/5).

Gara-garanya karena dosen sebuah perguruan tinggi di Solo bernama Arinda enggan dilakukan tes swab antigen.

Arinda yang naik mobil bersama suaminya, Agus, dihentikan petugas jaga karena menggunakan mobil pelat luar Kota Solo B 1165 KJF.

Awalnya, Arinda ditanya mengenai tujuannya. "Ini mau ke UNS (Universitas Sebelas Maret) untuk ambil parsel saja," katanya.

Tetapi, karena tidak dilengkapi dengan hasil swab antigen atau pun surat tugas, akhirnya Arinda dan sang suami diminta untuk turun dan melakukan tes swab

Permintaan itu disampaikan langsung oleh Gibran. Akan tetapi, bukannya langsung turun Arinda justru terlihat eggan tes swab dengan alasan sebelumnya sudah melakukan tes swab. Hanya saja, dirinya tidak membawa hasil tes tersebut.

Masih berada di dalam mobil, Arinda terlihat seperti mencari dokumen atau foto yang ada di ponselnya untuk membuktikan bahwa dia sudah tes swab. Gibran pun mulai menanyakan sejumlah pertanyaan termasuk dokumen ataupun hasil tes swab.

"Apa hasilnya masih berlaku untuk 24 jam?" tanya Gibran dan dijawab "Tidak," oleh Arinda. Barulah Arinda bersedia untuk turun dan melakukan tes swab.

Ditanya detikcom, Arinda enggan tes swab lantaran seminggu sebelumnya sudah dites dan hasilnya negatif.

"Saya tidak mau diogrok-ogrok gitu, minggu lalu saya sudah tes swab dan hasilnya negatif. Hanya saja saya tidak membawa suratnya," katanya.

Perdebatan yang terjadi sebelumnya dikatakan Arinda karena dirinya berniat putar balik dan mengambil suratnya. Tetapi, tidak diperbolehkan oleh petugas.

"Rumah saya kan dekat cuma di Palur dan tadi kalau tidak mau tes disuruh putar balik untuk ambil hasil tes, tapi tidak boleh," ungkapnya.

Hasil tes yang dimaksud adalah tes yang sudah dilakukan seminggu sebelumnya, sehingga, hasil tes tersebut sudah tidak berlaku lagi.

Maka dari itu Gibran tetap meminta agar Arinda dan suami kembali melakukan tes swab antigen di tempat.

Menurut Gibran, tes swab wajib dilakukan bagi yang tidak membawa surat atau hasil tes sebelumnya. Ini menjadi konsekuensi dan sudah aturan bagi warga luar Solo.

"Tadi juga ada orang Sragen tapi pelat nomornya luar Solo tetap harus swab. Kami tidak akan mempersulit, kalau hasilnya negatif kami persilakan melanjutkan kegiatan. Ini demi kebaikan semua," ujar Gibran.

Usai menjalani tes swab, Arinda dan sang suami Agus tidak langsung melanjutkan perjalanan. Melainkan, justru meminta izin agar bisa berfoto bareng dengan Gibran.

Dengan agak malu-malu keduanya pun meminta foto bareng. Mendapati permintaan itu, Gibran Rakabuming langsung mengiyakannya.

Kemudian, seorang petugas dengan suka rela mengabadikan momen tersebut. Dan keduanya pun tampak begitu bahagia bisa berfoto bersama orang nomor satu di Kota Solo, meskipun menggunakan masker. Usai berfoto, keduanya pun berpamitan untuk melanjutkan perjalanan.

(mbr/mbr)