Keracunan Massal Karanganyar Tewaskan 1 Orang, Polisi Periksa 5 Saksi

Andika Tarmy - detikNews
Senin, 10 Mei 2021 19:29 WIB
Kapolres Karanganyar AKBP M Syafi Maula, Senin (10/5/2021).
Kapolres Karanganyar AKBP M Syafi' Maula, Senin (10/5/2021). (Foto: Andika Tarmy/detikcom)
Karanganyar -

Polisi memeriksa lima orang saksi terkait kasus keracunan takjil massal di Dusun Puntuk Ringin, Desa Gerdu, Kecamatan Karangpandan, Karanganyar, Jawa Tengah. Tiga saksi di antaranya merupakan pembuat takjil yang diduga membuat puluhan warga mengalami keracunan dan satu orang meninggal dunia.

"Saksi sudah kita lakukan pemeriksaan, termasuk yang memasak (takjil) tiga orang, ketua RT dan takmir masjid. Akan terus kita kembangkan untuk pemeriksaan saksi-saksi yang lain," ujar Kapolres Karanganyar AKBP M Syafi' Maula, saat ditemui detikcom di Mapolres Karanganyar, Senin (10/5/2021).

Syafi menyebut, kelima orang yang diperiksa tersebut masih diperiksa dengan status saksi. Pemeriksaan diharapkan mampu menguak fakta seputar dugaan keracunan massal yang disebabkan oleh hidangan takjil tersebut.

"Semua statusnya masih saksi. Kita periksa seputar apa yg dilakukan, apa yang diketahui, didengar dan dilihat," urainya.

Syafi tidak menampik kemungkinan adanya penetapan tersangka dalam kasus ini. Namun pihaknya masih memerlukan berbagai pendalaman dan pemeriksaan lanjutan.

"Semua kemungkinan pasti ada, namun itu belum mengarah ke arah kesana (tersangka), masih sebatas faktanya kebanyakan (korban) bereaksi setelah makan itu (takjil). Nanti perkembangan apa akan kita sampaikan," terangnya.

Polisi juga masih menunggu hasil autopsi satu korban meninggal akibat keracunan ini. Hasil autopsi ini cukup penting sebagai bukti penunjang penyelidikan kasus ini.

"Hasil autopsi kita upayakan untuk secepatnya keluar sehingga kita bisa tindak lanjuti. Autopsi perlu dilakukan untuk mengetahui penyebab meninggalnya apa, dan lain sebagainya," pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, sebanyak 59 warga Dusun Puntuk Ringin, Desa Gerdu, Kecamatan Karangpandan, Karanganyar, Jawa Tengah, mengeluhkan gejala keracunan hingga harus dilarikan ke rumah sakit. Dugaan sementara, puluhan warga ini mengalami keracunan usai menyantap hidangan takjil yang disediakan di masjid setempat.

Dalam perkembangannya, satu warga dinyatakan meninggal dunia di RSUD Karanganyar. Sementara puluhan warga lain masih menjalani perawatan di Pukesmas Karangpandan dan RSUD Karanganyar

Pemkab Karanganyar menyatakan peristiwa ini sebagai kejadian luar biasa (KLB). Bupati Karanganyar, Juliyatmono sedang melakukan pelacakan untuk memastikan penyebab pasti musibah keracunan ini. Penyebab pasti keracunan, masih menunggu hasil cek laboratorium sampel makanan takjil.

Berkaca dari musibah ini, Juli mengimbau kepada warga untuk meningkatkan kewaspadaan terutama terkait penyediaan konsumsi dalam skala besar. Namun pihaknya menegaskan tidak akan melarang pembagian takjil di masjid.

(sip/ams)