Kasus Corona Panti Asuhan di Kulon Progo Bertambah Jadi 12 Orang

Jalu Rahman Dewantara - detikNews
Minggu, 09 Mei 2021 17:29 WIB
COVID-19 Health insurance concept. Blurring of hand holding pen and Stethoscope on health form. Focus on  COVID-19
Ilustrasi kasus virus Corona (Foto: Getty Images/iStockphoto/farosofa)
Kulon Progo -

Kasus positif virus Corona atau COVID-19 dari klaster panti asuhan di Wates, Kulon Progo, bertambah dua menjadi 12 orang. Pihak panti bersama gugus tugas setempat melakukan tracing kontak erat kasus.

"Setelah ada temuan 10 kasus itu, seluruh anak panti dan pengurus juga dilakukan swab antigen, hasilnya ada dua lagi yang dinyatakan positif berdasarkan test tersebut, jadi totalnya sekarang ada 12 orang, dan yang dua tambahan itu sudah kita isolasi di ruang tersendiri di panti ini," kata pengasuh panti asuhan, Rujianto, saat ditemui wartawan di kompleks panti asuhan, Wates, Minggu (9/5/2021).

Rujianto menjelaskan kasus ini muncul setelah anak asuh panti mengikuti kegiatan pengajian dan buka bersama yang digelar kelompok remaja masjid setempat di rumah makan di Pengasih, Sabtu (1/5) sore. Keesokan harinya atau Minggu (2/5), tiga anak asuh panti merasa indra penciuman dan pengecapnya hilang. Oleh seksi kesehatan panti, ketiganya dibawa ke RSUD Wates untuk menjalani tes GeNose pada Senin (3/5). Namun saat itu hasilnya negatif.

"Tahu hasilnya negatif Bu Yuli yang ngurus Seksi Kesehatan Panti kami tidak mau langsung menerimanya, wong ini indranya sampai hilang masa negatif, karena itu sehari kemudian (Selasa, 4/5) dibawa lagi ke Puskesmas Wates untuk swab test PCR, waktu test itu yang ikut ada 11 anak karena sekalian bawa anak-anak yang ngeluh flu dan batuk," ujarnya.

Hasil swab test yang keluar pada Kamis (6/5) menunjukkan bahwa ada 10 anak yang dinyatakan positif Corona dan harus menjalani karantina. Adapun satu anak lagi yang dinyatakan negatif juga diikutkan karantina.

"Yang negatif tetap ikut buat antisipasi aja karena pas swab test itu kan bareng-bareng ya," jelas Rujianto.

Selain kegiatan pengajian dan bukber, Rujianto mengatakan ada kemungkinan lain penularan itu bisa terjadi. Di antaranya mobilitas anak panti yang tinggi, mengingat ada anak yang sedang mengikuti praktik kerja lapangan (PKL), selanjutnya tugas piket belanja setiap pagi ke pasar dan piket jaga kantor menerima tamu.

"Dan terakhir kadang anak sesekali ke sekolahan untuk belajar secara offline, kemungkinan itu yang bisa jadi penyebab penularan ini terjadi," ujarnya.

"Mengenai prokes di sini saya rasa sudah lumayan. Sebab salat jemaah telah berjarak dan bermasker. Menemui tamu juga cuci tangan dan pakai masker," imbuhnya.

Panti asuhan tersebut saat ini dihuni sekitar 40 anak dengan rentang usia 10-17 tahun. Kebanyakan dari mereka berasal dari Kulon Progo. Sebagian lagi dari Purworejo, Cilacap hingga Kalimantan. Sedangkan pengurus aktif berjumlah 10 orang. Pengurus panti ini juga telah menjalani test antigen dengan hasil negatif.

"Kebetulan yang dinyatakan positif ini hampir seluruhnya dari Kulon Progo, hanya satu yang dari Purworejo," jelas Rujianto.

(rih/rih)