Waspada! Sedang Musim Kawin, Ular-ular Berkeliaran di Permukiman Kudus

Dian Utoro Aji - detikNews
Jumat, 07 Mei 2021 11:01 WIB
Relawan BPBD Kudus saat menunjukan ular piton hasil tangkapan di permukiman warga, Jumat (7/5/2021).
Relawan BPBD Kudus saat menunjukan ular piton hasil tangkapan di permukiman warga, Jumat (7/5/2021). (Foto: Dian Utoro Aji/detikcom)
Kudus -

BPBD Kudus, Jawa Tengah menerima tiga laporan ular masuk di permukiman warga dalam waktu semalam. Jenis ular yang ditangkap dari piton hingga ular jenis boiga cynodon atau taring kucing.

"Warga menghubungi 112 BPBD Kudus ada ular di permukiman warga, terus kemudian tim meluncur ke lokasi. Ada tiga lokasi dalam semalam," kata Relawan BPBD Kudus, Edi Yulianto saat ditemui di lokasi, Jumat (7/5/2021).

Edi yang dikenal dengan Mbah Gondrong mengatakan tiga lokasi adanya laporan ular yakni Dawe Kecamatan Dawe, Kaliputu Kecamatan Kota, dan di Garung Lor Kecamatan Kaliwungu malam tadi. Masing-masing ular di Dawe evakuasi dilakukan pukul 22.05 WIB, lalu di Kaliputu pukul 2.50 WIB, dan di Garung Lor pukul 04.10 WIB.

"Pertama di Dawe itu ditemukan ular taring kucing atau jenis boiga cynodon panjangnya satu meter, kedua piton ketiga juga piton, yang kedua piton itu panjangnya 2,5 meter, dan lokasi ketiga ular piton panjangnya 2,5 meter," terangnya.

Menurutnya tidak ada kendala saat penangkapan ular tersebut. Namun pihaknya bersama petugas relawan BPBD Kudus kesulitan menangkap ular di Garung Lor, karena ular piton dengan panjang 2,5 meter itu sempat terjepit di gerbang pintu rumah warga.

"Kalau di Kaliputu tidak ada kendala, karena di tempat terang. Namun yang di Garung terjepit pintu pagar. Itu agak kesulitan waktu evakuasi," jelasnya.

Mbah Gondrong menyebutkan banyaknya laporan ular masuk ke permukiman warga karena bulan ini musim kawin bagi ular. Kebanyakan ular yang ditangkap jenis ular jantan.

"Bulan ini musim kawinnya ular. Mencari pasangan, karena seperti ketemu di Garung dan Kaliputu itu jantan semua," jelasnya.

"Ular itu memang sebelumnya membuat resah warga. Warga khawatir membahayakan warga sekitar, sehingga melaporkan kepada petugas BPBD Kudus," sambung Mbah Gondrong.

Menurutnya ular hasil tangkapan tersebut telah disimpan di lokasi yang aman. Ular-ular itu dilakukan evakuasi dan penelitian terkait kondisi ular. Jika dipastikan sehat, rencananya ular tersebut akan dilepas di lokasi yang jauh dari permukiman warga.

"Melihat kondisinya, kalau sudah baik ular ini rencana akan kita lepas di lokasi yang jauh dari permukaan warga," pungkas Mbah Gondrong.

Lihat juga video 'Ular Kobra Masuk ke Rumah di Parepare, Warga Panik':

[Gambas:Video 20detik]



(sip/mbr)