Round-Up

Teka-teki Campur Tangan Pria yang Ajari Nani Racik Takjil Sianida

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 06 Mei 2021 12:29 WIB
Nani Aprilliani Nurjaman, pegirim takjil beracun di Bantul
Nani Aprilliani Nurjaman, pegirim takjil beracun di Bantul. (Foto: Pius Erlangga/detikcom)
Yogyakarta -

Kasus sate beracun yang menewaskan seorang bocah anak driver ojek online (ojol) di Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) masih didalami polisi. Kini polisi juga memburu pria berinisial R yang disebut mengajari tersangka Nani Aprilliani Nurjaman (25) meracik takjil sianida.

Polisi awalnya mengungkap peran pria berinisial R ini usai menggelar jumpa pers pada Senin (3/5) lalu. Kasat Reskrim Polres Bantul AKP Ngadi dalam keterangan tertulisnya menyebut R sebagai salah seorang pelanggan Nani di salon tempatnya bekerja.

Bukan sekedar pelanggan biasa, R ternyata menyimpan perasaan kepada Nani.

"Tetapi tersangka tidak suka dengan R. Karena tersangka menyukai pelanggan lain T (Tomy)," ujar Ngadi.

Namun hubungan Nani dan R layaknya teman curhat. Nani menceritakan keluh kesah tentang hubungannya dengan Tommy kepada R. Hingga akhirnya R menyarankan Nani memberi Tomy pelajaran.

R menganjurkan Nani memberikan Kalium sianida (KCN) pada makanan Tomy. Kepada Nani, R berkata efek KCN hanya muntah dan diare.

"Akhirnya tersangka mengikuti anjuran R dengan jalan membeli KCN secara online. KCN tersebut kemudian dicampurkan di dalam bumbu sate ayam yang sudah dibeli sebelumnya oleh tersangka," ujarnya.

Tak hanya soal meracik takjil sianida, R disebut-sebut juga mengajari Nina mengirim makanan itu kepada Tomy dengan jasa driver ojol tanpa lewat aplikasi. Dengan modus itu, R mengira jejak pengirimnya akan sulit terlacak.

Meski sulit, kini polisi memburu keberadaan R. Ponsel R ternyata tidak aktif, sedangkan Nina mengaku hanya berkomunikasi dengan pria itu saat berada di salon tempatnya kerja.

"Pengakuan NA (Nani), R ini tertutup dan tidak pernah memberitahukan alamat serta profesinya. Namun R ini sangat ingin tahu tentang NA (Nani) dan keduanya hanya curhat saat R ke salon," jelas Ngadi.

Rencana Nani berujung tragis ketika makanan yang dikirimnya ke rumah Tomy akhirnya ditolak. Orang yang saat itu berada di rumah Tomy menolak paket takjil sate sianida itu dengan alasan tak mengenal pengirimnya dan meminta driver ojol, Bandiman (47), membawa pulang makanan itu untuk berbuka puasa.

Bandiman yang tak curiga membawa sate beracun itu ke rumah dan menyantapnya bersama keluarga. Istri dan anak keduanya, Naba Faiz Prasetya (10) ambruk usai menyantap sate lengkap dengan bumbu dan lontongnya. Nyawa Naba tak tertolong setelah sempat dilarikan ke RSUD Kota Yogyakarta.

(sip/ams)