Buru Pria yang Ajari Nani Racik Takjil Sianida, Polisi Cek CCTV Salon

Pradito Rida Pertana - detikNews
Rabu, 05 Mei 2021 15:49 WIB
Kasat Reskrim Polres Bantul AKP Ngadi, Kamis (29/4/2021).
Kasat Reskrim Polres Bantul AKP Ngadi, Kamis (29/4/2021). (Foto: Pradito Rida Pertana/detikcom)
Bantul -

Polisi akan mengecek rekaman kamera CCTV salon tempat kerja pelaku sate beracun, Nani Aprilliani Nurjaman (25). Hal itu untuk memburu R, pria yang disebut mengajari Nani meracik takjil sianida.

"Baru kita upayakan (cek CCTV tempat kerja Nani)," kata Kasat Reskrim Polres Bantul AKP Ngadi saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (5/5/2021).

Polisi mengaku kesulitan memburu R. Menurutnya, nomor ponsel R sudah tidak bisa dihubungi lagi.

"Untuk R sampai saat ini masih kita dalami, karena hingga saat ini belum mendapatkan keberadaan. Namun HP tetap kami pantau terus," jelas Ngadi.

"Ponsel R mati sejak Sabtu (1/5), jadi sejak itu tidak bisa dihubungi," katanya.

Ngadi mengaku penyidik juga telah mencecar Nani terkait sosok R. Namun keterangan dari Nani masih sangat minim, karena R hanya berkomunikasi dengan Nani saat ke salon saja.

"Pengakuan NA, R ini tertutup dan tidak pernah memberitahukan alamat serta profesinya. Namun R ini sangat ingin tahu tentang NA dan keduanya hanya curhat saat R ke salon," ucapnya.

Diberitakan sebelumnya, polisi memburu R, pria yang mengajarkan mengajarkan Nani Aprilliani (25) meracik takjil sianida. Keberadaan R yang disebut sebagai pelanggan salon tempat Nani bekerja itu masih gelap.

"Untuk fakta baru dari hasil pemeriksaan hari ini belum ada. Namun, masih kita mendalami keterangan yang kemarin yang inisial R," kata Kasat Reskrim Polres Bantul AKP Ngadi saat ditemui di Satreskrim Polres Bantul, Selasa (4/5).

Ngadi menyebut anggotanya masih melacak keberadaan R. Sebab, berdasarkan pengakuan Nani, nomor ponsel R sudah tidak aktif.

"Dari keterangan si NA, R ini adalah pelanggan biasa di tempat kerja salon NA dan menurut pengakuan NA ya sudah cukup lama juga sebagai pelanggan," katanya.

"Jadi belum kita dapatkan profesinya apa yang jelas dia adalah pelanggan seperti yang lainnya. Umurnya saja belum kami konfirmasi," terang Ngadi.

Polisi menyebut sosok R ini sebagai pria yang memiliki perasaan suka terhadap Nani. Namun, Nani disebut menyukai pelanggan lain yakni Tomy, yang akhirnya menjadi target takjil sate beracun sianida itu.

Meski begitu, Nani disebut kerap curhat mengenai masalahnya dengan Tomy kepada R. Bahkan, R pun menyarankan untuk memberi pelajaran kepada T dengan menggunakan kalium sianida, yang disebut R hanya berefek muntah dan diare jika dimakan.

Ketika hendak memberikan makanan tersebut kepada Tomy, Nani mendapatkan anjuran untuk mengirimkan sate sianida menggunakan ojek online. Namun, tanpa aplikasi agar tidak diketahui siapa yang mengirim dan tersangka mengikuti saran tersebut.

(rih/sip)