Polisi Akui Kesulitan Buru R, Pria yang Ajari Nani Racik Takjil Sianida

Pradito Rida Pertana - detikNews
Rabu, 05 Mei 2021 14:53 WIB
Satreskrim Polres Bantul telah menangkap wanita pengirim takjil beracun yang menewaskan bocah yang memakan takjil tersebut. Begini tampangnya.
Jumpa pers kasus takjil sianida di Mapolres Bantul, Senin (3/5/2021) (Foto: Pius Erlangga/detikcom)
Bantul -

Polisi mengaku kesulitan memburu pria berinisial R, orang yang disebut mengajari Nani Aprilliani Nurjaman (25) meracik takjil sianida. Apa kendala polisi?

"Untuk R sampai saat ini masih kita dalami, karena hingga saat ini belum mendapatkan keberadaan. Namun HP tetap kami pantau terus," kata Kasat Reskrim Polres Bantul AKP Ngadi saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (5/5/2021).

Menurutnya, nomor ponsel R sudah tidak bisa dihubungi lagi. Terlebih, Nani mengaku tidak memiliki nomor R lainnya.

"Ponsel R mati sejak Sabtu (1/5), jadi sejak itu tidak bisa dihubungi," katanya.

Ngadi mengaku penyidik juga telah mencecar Nani terkait sosok R. Namun keterangan dari Nani masih sangat minim, karena R hanya berkomunikasi dengan Nani saat ke salon saja.

"Pengakuan NA, R ini tertutup dan tidak pernah memberitahukan alamat serta profesinya. Namun R ini sangat ingin tahu tentang NA dan keduanya hanya curhat saat R ke salon," ucapnya.

Diberitakan sebelumnya, polisi memburu R, pria yang mengajarkan mengajarkan Nani Aprilliani (25) meracik takjil sianida. Keberadaan R yang disebut sebagai pelanggan salon tempat Nani bekerja itu masih gelap.

"Untuk fakta baru dari hasil pemeriksaan hari ini belum ada. Namun, masih kita mendalami keterangan yang kemarin yang inisial R," kata Kasat Reskrim Polres Bantul AKP Ngadi saat ditemui di Satreskrim Polres Bantul, Selasa (4/5).

Ngadi menyebut anggotanya masih melacak keberadaan R. Sebab, berdasarkan pengakuan Nani, nomor ponsel R sudah tidak aktif.

"Dari keterangan si NA, R ini adalah pelanggan biasa di tempat kerja salon NA dan menurut pengakuan NA ya sudah cukup lama juga sebagai pelanggan," katanya.

"Jadi belum kita dapatkan profesinya apa yang jelas dia adalah pelanggan seperti yang lainnya. Umurnya saja belum kami konfirmasi," terang Ngadi.

Polisi menyebut sosok R ini sebagai pria yang memiliki perasaan suka terhadap Nani. Namun, Nani disebut menyukai pelanggan lain yakni Tomy, yang akhirnya menjadi target takjil sate beracun sianida itu.

Meski begitu, Nani disebut kerap curhat mengenai masalahnya dengan Tomy kepada R. Bahkan, R pun menyarankan untuk memberi pelajaran kepada T dengan menggunakan kalium sianida, yang disebut R hanya berefek muntah dan diare jika dimakan.

"Akhirnya tersangka mengikuti anjuran R dengan jalan membeli KCN secara online. KCN tersebut kemudian dicampurkan di dalam bumbu sate ayam yang sudah dibeli sebelumnya oleh tersangka," ujar Kasat Reskrim Polres Bantul AKP Ngadi dalam keterangan tertulisnya, Senin (3/5).

Ketika hendak memberikan makanan tersebut kepada Tomy, Nani mendapatkan anjuran untuk mengirimkan sate sianida menggunakan ojek online.

"Namun, tanpa aplikasi agar tidak diketahui siapa yang mengirim dan tersangka mengikuti saran tersebut," ucapnya.

(rih/mbr)