Usut Kasus Takjil Sianida, Polisi Periksa 5 Saksi

Pradito Rida Pertana - detikNews
Rabu, 05 Mei 2021 15:45 WIB
Satreskrim Polres Bantul telah menangkap wanita pengirim takjil beracun yang menewaskan bocah yang memakan takjil tersebut. Begini tampangnya.
Rilis kasus takjil sianida Nani Aprilliani di Mapolres Bantul, Selasa (4/4/2021). (Foto: Pius Erlangga/detikcom)
Bantul -

Polisi masih mengumpulkan keterangan saksi-saksi untuk mengusut kasus takjil sinida yang menewaskan seorang bocah anak driver ojek online (ojol) di Bantul. Hingga saat ini sudah ada sekitar 5 saksi yang diperiksa polisi terkait kasus takjil sate beracun sianida, Nani Aprilliani Nurjaman (25) itu.

"Masih seperti kemarin, baru 5 sampai 6 orang," kata Kasat Reskrim Polres Bantul AKP Ngadi saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (5/5/2021).

Ngadi tidak merinci siapa saja saksi yang sudah dimintai keterangan. Dia menyebut saat ini masih dalam tahap penyidikan.

"Kita tidak bisa sampaikan," ucapnya.

Ngadi pun mengaku sudah meminta keterangan dari target sate beracun sianida Nani, Tomy. Namun, pihaknya baru meminta keterangan secara lisan terhadap anggota Polresta Yogyakarta itu.

"Sudah, secara orek-orek sudah. Sebentar lagi secara detail tertulis siapkan BAP. Untuk kapannya nanti saya konfirmasi dengan penyidik," ujarnya.

Ditanya mengenai kemungkinan memanggil istri Tomy, Ngadi mengaku tak menutup kemungkinan tersebut. "Kemungkinan itu (memanggil istri T) bisa saja," katanya.

Diberitakan sebelumnya, Nani akhirnya ditangkap polisi gegara meracik dan mengirim takjil sianida yang menewaskan seorang bocah anak driver ojek online (ojol) di Bantul. Paket sate beracun itu sebenarnya dikirim Nani untuk Tomy. Nani menitipkan takjil sianida itu lewat driver ojol, Bandiman (47), tanpa melalui aplikasi.

Namun, orang yang berada di rumah Tomy saat itu menolak menerima paket makanan tersebut, karena merasa tak mengenali pengirimnya. Makanan itu kemudian diberikan ke Bandiman. Bandiman yang tak curiga membawa pulang sate beracun itu dan disantap bersama keluarganya di rumah. Namun tak lama kemudian, istri dan anak keduanya yang bernama Naba Faiz Prasetya (10) mengalami gejala keracunan. Setelah dilarikan ke rumah sakit, nyawa Naba tak tertolong.

Belakangan Nani mengaku ada sosok R yang mengajurkannya mencampurkan sianida ke makanan. Kala itu, menurut R, sianida yang dicampur dengan sate hanya menyebabkan diare dan muntah. Kini polisi pun memburu R.

Simak video 'Jerat Pasal Pembunuhan Berencana untuk Nani Peracik Takjil Sianida':

[Gambas:Video 20detik]



(ams/sip)