Selama Pemeriksaan Takjil Sianida, Nani Didampingi Pengacara dari Polisi

Pradito Rida Pertana - detikNews
Rabu, 05 Mei 2021 14:31 WIB
Kasat Reskrim Polres Bantul AKP Ngadi, Rabu (5/5/2021).
Kasat Reskrim Polres Bantul AKP Ngadi, Rabu (5/5/2021). (Foto: Pradito Rida Pertana/detikcom)
Bantul -

Polisi masih mendalami kasus takjil sianida yang menewaskan bocah anak driver ojek online (ojol) di Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Bagaimana perkembangan terbaru tragedi sate beracun ini?

"Untuk perkembangan yang baru sementara belum terlalu banyak. Namun kita juga sudah koordinasi dengan labfor Bareskrim Polri kaitannya dengan penguatan hasil uji lab untuk penguatan bukti saat penyidikan," kata Kasat Reskrim Polres Bantul AKP Ngadi saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (5/5/2021).

Dia juga menjelaskan tak ada jadwal pemeriksaan Nani hari ini.

"NA terakhir diperiksa kemarin, untuk saat ini tidak ada pemeriksaan lagi karena pemeriksaan terhadap NA sementara sudah cukup," ucapnya.

Selama pemeriksaan itu, kata Ngadi, Nani didampingi penasihat hukum (PH) atau pengacara berinisial A. Ngadi tak bersedia menyampaikan nama terang pengacara Nani.

"Sudah, sejak awal sudah kita sediakan dari PH-nya untuk mendampingi yang bersangkutan (Nani). Karena sesuai permintaan yang bersangkutan kita diminta untuk menyiapkan, sudah kita siapkan dan sudah bergabung dengan NA," ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, kasus takjil sianida ini menewaskan bocah anak driver ojol bernama Naba Faiz Prasetya (10). Dalam jumpa pers yang digelar Senin (3/5) kemarin, polisi mengungkap motif di balik aksi perempuan yang bekerja di sebuah salon itu meracik takjil sianida, yakni sakit hati ditinggal Tomy menikah dengan wanita lain. Tomy belakangan terungkap ternyata merupakan anggota Polresta Yogyakarta.

Lewat seorang driver ojol, Bandiman (47), Nani menitipkan paket takjil sate itu ke alamat Tomy. Namun orang yang menemui Bandiman di rumah Tomy menolak paket sate itu karena merasa tak mengenal pengirimnya.

Hingga akhirnya sate itu diberikan ke Bandiman. Bandiman yang tak curiga, membawa sate lengkap dengan lontong dan bumbunya itu pulang ke rumah menjelang buka puasa.

Sate itu disantapnya bersama istri dan dua anaknya. Bandiman dan anak pertamanya hanya menyantap sate, sementara istri dan anak keduanya yakni Naba makan sate lengkap dengan bumbu dan lontongnya.

Naba dan ibunya langsung merasakan gejala keracunan yakni rasa pahit dan panas. Naba ambruk dan ibunya muntah-muntah. Keduanya dilarikan ke RSUD Kota Yogyakarta petang itu juga, tapi nyawa Naba tak tertolong.

Belakangan diketahui terdapat peran seorang pria berinisial R yang disebut mengajari Nani meracik takjil sianida untuk dikirim ke Tomy. R yang merupakan pelanggan Nani di salon tempatnya bekerja kini diburu polisi.

Simak Video: Jerat Pasal Pembunuhan Berencana untuk Nani Peracik Takjil Sianida

[Gambas:Video 20detik]



(sip/rih)