2 Guru di Klaten Terciduk Satgas COVID Belanja Saat Jam Kerja

Achmad Syauqi - detikNews
Rabu, 05 Mei 2021 13:10 WIB
Salah seorang guru ASN yang terciduk Satgas COVID-19 Klaten di jam kerja, Rabu (5/5/2021)
Salah seorang guru ASN yang terciduk Satgas COVID-19 Klaten di jam kerja (Foto: Acmad Syauqi/detikcom)
Klaten -

Razia Satgas COVID-19 Kabupaten Klaten, Jawa Tengah menemukan dua orang guru ASN di pusat perbelanjaan saat razia protokol kesehatan (prokes) hari ini. Dua guru SDN tersebut terciduk berbelanja saat masih jam kerja.

"Kami kebetulan menemukan dua ASN di lokasi ketiga. Kami data dan kami laporkan ke BKPPD Klaten yang berwenang mengambil tindakan," ujar Bidang penegakan hukum Satgas Percepatan Pengendalian COVID-19 Kabupaten Klaten, Rabiman, kepada wartawan usai razia, Rabu (5/5/2021).

Rabiman mengatakan dua guru itu merupakan ASN di Pemkab Klaten. Saat ditanya, mereka mengaku sudah selesai bertugas.

"Alasannya habis melaksanakan tugas, tapi ini kan belum habis jam kerjanya. Ini masih jam kerja," terang Rabiman.

Rabiman menyebut razia ini digelar untuk pencegahan penyebaran COVID-19 di menjelang Hari Raya Idul Fitri. Ada empat titik yang didatangi tim Satgas.

"Ada empat titik yang kita sidak dan kita berikan catatan. Di lokasi pertama di Jalan rajawali masih kurangnya sarana fasilitas dan ditegur lisan," lanjut Rabiman.

Titik kedua di Plaza Klaten, kata Rabiman, protokol kesehatan dan pengunjung sudah tertib. Tapi di lokasi ketiga di Jalan Pemuda, jumlah pengunjungmembeludak, dan tidak menerapkan prokes.

"Pengunjung luar biasa dan jaga jarak tidak ada. Kami beri peringatan tertulis pertama karena ini berisiko," terangnya.

Kemudian di titik keempat, pengunjung cukup ramai tapi fasilitas dan prokes dinilai sudah bagus. Antrean kasir juga sudah menerapkan jaga jarak.

"Kasir sudah bagus. Kita mencegah penyebaran COVID-19 karena jangan sampai muncul klaster perbelanjaan," ucap Rabiman.

Terpisah, Kasi penegakan Perda Satpol-PP Pemkab Klaten, Sulamto mengatakan kedua guru ASN itu sudah didata. Kedua guru itu mengaku selesai bertugas mengawasi ujian.

"Katanya selesai ujian. Jadi berbelanja pakaian," ungkap Sulamto pada wartawan.

Pantauan di lokasi, Rabu (5/5), operasi ini dimulai pukul 10.00 WIB. Satpol PP tampak mendatangi toko dan pusat perbelanjaan dan mengingatkan warga yang sedang belanja untuk tetap disiplin prokes.

Salah seorang guru yang terpergok, R, mengaku sudah selesai bekerja. Dia mengaku sudah izin ke kepala sekolah.

"Sudah selesai ujian, izin kepala sekolah dan saya (belanja) sendiri. Ke sini beli pakaian," kata R pada wartawan.

(ams/sip)