H-1 Larangan Mudik, 4.000 Penumpang Tiba di Bandara Kulon Progo Hari Ini

Jalu Rahman Dewantara - detikNews
Rabu, 05 Mei 2021 11:19 WIB
Antrean penumpang di Bandara YIA
Antrean penumpang di Bandara YIA. (Foto: Jalu Rahman Dewantara/detikcom)
Kulon Progo -

Kedatangan penumpang di Yogyakarta International Airport (YIA), Kulon Progo, melonjak tajam jelang larangan mudik lebaran 6-17 Mei 2021. Total kedatangan penumpang pada hari ini mencapai lebih dari 4.000 orang, angka ini naik dari hari biasa yang berkisar 1.500-an.

"Kami memantau pada saat fase tanggal 22 April sampai 5 Mei masa pengetatan ternyata grafiknya (penumpang) naik terus, terlihat sejak tanggal 28 Mei dan hari ini puncaknya. Yang biasanya hanya 1.500 kedatangan, hari ini ada 4.000 lebih," kata Pts General Manager YIA, Agus Pandu Purnama kepada wartawan, Rabu (5/5/2021).

Keberangkatan penumpang kata Pandu juga mengalami lonjakan, tapi tidak terlalu signifikan. Hari ini tercatat ada sekitar 2.500 penumpang, atau naik dari hari biasa yang berkisar 1.500 orang per hari.

Adapun mayoritas penumpang baik kedatangan maupun keberangkatan itu berasal dari rute Jakarta.

Pandu mengatakan seiring berlakunya larangan mudik pada 6-17 Mei mendatang, YIA akan mengurangi jam operasionalnya. Dari yang semula 12 jam (07.00-19.00 WIB), jadi 5 jam (07.00-12.00 WIB).

Sejumlah maskapai juga tidak beroperasi penuh seperti sebelumnya. Maskapai Garuda misalnya, selama pengurangan jam operasional hanya melayani satu kali penerbangan per hari untuk rute Jakarta.

"Selain itu juga maskapai Citilink cuma beroperasi tanggal 9, 11 dan 15 Mei saja. Maskapai yang lainnya menyesuaikan, untuk saat ini mereka masih standby dan kemungkinan no operation. Pada Intinya jam operasional bandara dikurangi, cuma untuk penerbangan kargo tetap kita layani," jelas Pandu.

Pada masa pelarangan mudik tersebut pengelola YIA bersama TNI, Polri, Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) hingga Satgas COVID-19 DIY juga membentuk posko untuk mengawasi kedatangan maupun keberangkatan penumpang yang dibolehkan berdasar Surat Edaran (SE) Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Nomor 13 Tahun 2021, tentang peniadaan peniadaan mudik Hari Raya Idul Fitri dan upaya pengendalian penyebaran COVID-19 selama Ramadhan 1442 Hijriah.

Adapun yang dibolehkan adalah pelaku perjalanan dengan keperluan mendesak untuk kepentingan nonmudik, antara lain bekerja/perjalanan dinas, kunjungan keluarga sakit, kunjungan duka anggota keluarga meninggal, ibu hamil yang didampingi oleh satu orang anggota keluarga, kepentingan persalinan yang didampingi maksimal dua orang, dan kepentingan nonmudik tertentu lainnya yang dilengkapi surat keterangan dari kepala desa/lurah setempat.

"Insyaallah dengan adanya posko ini tentunya penumpang sesuai persyaratan pengecualian yang diatur dalam SE akan termonitor. Kami juga pastikan pelaku perjalanan sesuai SE akan terpantau," ujar Pandu.

Simak Video: Larang Mudik, Satgas: Lebih Baik Cerewet Daripada Korban COVID Berderet-deret

[Gambas:Video 20detik]



(mbr/sip)