Polisi Minta Keluarga Nani Pelaku Takjil Sianida Datang ke Bantul

Pradito Rida Pertana - detikNews
Selasa, 04 Mei 2021 16:36 WIB
Kasat Reskrim Polres Bantul AKP Ngadi, Selasa (4/5/2021).
Kasat Reskrim Polres Bantul AKP Ngadi, Selasa (4/5/2021). (Foto: Pradito Rida Pertana/detikcom)
Bantul -

Polisi menghubungi keluarga pelaku takjil sianida Nani Aprilliani Nurjaman (25) agar datang ke Bantul. Untuk keperluan apa?

"Baru kita hubungi keluarganya untuk segera ke sini. Karena ada beberapa hal yang belum dikomunikasikan dan itu kaitannya dengan NA (Nani Aprilliani) ini," ujar Kasat Reskrim Polres Bantul AKP Ngadi saat ditemui wartawan di kantornya, Selasa (4/5/2021).

Ngadi menyebut kondisi Nani dalam tahanan saat ini sehat dan bisa diajak komunikasi.

"Ngomong ya lancar (saat pemeriksaan) didampingi pengacaranya. Jadi komunikasi baik tidak ada kendala yang berarti," lanjut dia.

Kapolsek Bantul Kompol B Ayom menambahkan selama menjalani masa tahanan di Polsek Bantul, Nani dalam pengawasan secara berkala. Hal itu untuk memastikan kondisi Nani agar tidak depresi.

"Sering diajak komunikasi, dan dia (Nani) tidak (tertutup). Kita lihat juga beberapa jam sekali ke selnya. Karena tahanan seperti ini labil dan harus super hati-hati menanganinya," ujar Ayom saat ditemui di Polres Bantul hari ini.

Diberitakan sebelumnya, Nani merupakan warga Kecamatan Palasah, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, yang sudah lama berdomisili di Yogyakarta.

Di rumah Majalengka itu tinggal ayah kandung Nani bernama Maman (40) beserta ibu dan dua orang adik tirinya. Rumah itu tampak sepi. Kedua orang tuanya diketahui sedang tidak berada di tempat.

"Iya lagi keluar katanya sih ke Cirebon. Tadi sekitar jam 10 berangkatnya," ucap Opan Supandi (43), salah seorang tetangga Nani kepada wartawan, hari ini.

Opan yang mengaku mengenal Nani menilainya sebagai gadis yang baik dan sering bergaul di saat pulang ke kampungnya itu. Bahkan ia tak percaya jika Nani telah melakukan perbuatan keji dengan mengirim takjil beracun itu.

Menurutnya Nani terakhir kali pulang pada Lebaran tahun lalu. Warga sekitar mengetahui Nani bekerja di Yogyakarta sejak lulus dari bangku SMP.

Ketua tempat tinggal Nani, Johari (60), juga mengaku sangat terkejut mendengar kabar Nani adalah pelaku yang mengirim takjil sianida itu.

Johari bercerita dia sempat melihat rumah orang tua Nani ramai didatangi polisi dan pemerintahan desa pada kemarin sore.

"Pas saya tanya ternyata mereka lagi ngasih kabar bahwa Nani ditangkap polisi di Yogya," jelas Johari.

Lihat Video: Jerat Pasal Pembunuhan Berencana untuk Nani Peracik Takjil Sianida

[Gambas:Video 20detik]



(sip/rih)