Malam ke-21 Ramadhan, Keraton Solo Gelar Kirab Lampu Ting

Bayu Ardi Isnanto - detikNews
Minggu, 02 Mei 2021 23:26 WIB
Suasana Malam Selikuran di Keraton Solo menyambut hari ke-21 Ramadhan, Minggu (2/5/2021).
Suasana Malam Selikuran di Keraton Solo menyambut hari ke-21 Ramadhan (Foto: Bayu Ardi Isnanto/detikcom)
Solo -

Keraton Kasunanan Surakarta menggelar kirab malam selikuran atau peringatan malam ke-21 Ramadhan. Peringatan digelar dengan melakukan kirab membawa lentera atau lampu ting, malam ini.

Kirab dimulai Minggu (2/5/2021), sekitar pukul 21.30 WIB dari Keraton Kasunanan Surakarta. Rombongan berjumlah sekitar 150 orang berjalan menuju Masjid Agung Surakarta yang berjarak 500 meter.

Para abdi dalem tampak terbagi dalam beberapa kelompok, salah satunya rombongan pembawa alat musik dan penyanyi. Rombongan lain membawa ting dan jodang berisi makanan.

Terlihat para peserta mengenakan masker dalam kegiatan tersebut. Sampai di masjid, mereka duduk di lantai serambi, dan memulai membacakan zikir serta doa.

Suasana Malam Selikuran di Keraton Solo menyambut hari ke-21 Ramadhan, Minggu (2/5/2021).Suasana Malam Selikuran di Keraton Solo menyambut hari ke-21 Ramadhan, Minggu (2/5/2021). Foto: Bayu Ardi Isnanto/detikcom

Pembacaan doa dipimpin Ketua Takmir Masjid Agung Surakarta, HM Muhtarom. Acara ditutup dengan pembagian tumpeng sewu kepada seluruh peserta.

Pengageng Parentah Keraton Kasunanan Surakarta, KGPH Dipokusumo, mengatakan malem selikuran merupakan peringatan dalam memasuki 10 hari terakhir Ramadhan. Kirab ting melambangkan 1.000 bulan atau malam Lailatul Qadar yang banyak dicari umat Muslim.

"Jodang berisi makanan ini disebut tumpeng sewu yang juga melambangkan malam seribu bulan, yaitu malam yang lebih baik dari seribu bulan," kata Dipokusumo usai acara kirab.

Menurutnya, tradisi kirab dimulai sejak era Raja Pakubuwono X pada sekitar tahun 1930-an. Dahulu, kirab digelar dari Keraton menuju Bon Rojo atau Taman Sriwedari.

"Dulunya kirab dari keraton sampai ke Bon Rojo karena di alun-alun sudah ramai pasar malam. Tapi karena alasan tertentu, rute dialihkan ke masjid," terang dia.

(ams/ams)