Warga Terpapar Corona Klaster Tarawih di Banyumas Dievakuasi ke Karantina

Arbi Anugrah - detikNews
Jumat, 30 Apr 2021 21:06 WIB
Pemkab Banyumas evakuasi warga klaster tarawih ke tempat karantina, Jumat (30/4/2021).
Pemkab Banyumas evakuasi warga klaster tarawih ke tempat karantina, Jumat (30/4/2021). Foto: dok. Dishub Banyumas
Banyumas -

Muncul kasus virus Corona dari klaster salat tarawih di Desa Pekaja, Kecamatan Kalibagor, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Pemkab Banyumas mengevakuasi warga desa untuk menjalani karantina.

Puluhan warga Desa Pekaja dibawa dengan menggunakan dua bus milik Dinas Perhubungan (Dishub) Banyumas ke tempat karantina Diklat Baturraden, Jumat (30/4/2021) malam.

"Ada dua bus yang digunakan untuk mengangkut klaster salat tarawih membawa 31 orang. Sebanyak 20 orang laki-laki dan sebelas lainnya perempuan dibawa ke rumah karantina diklat Baturraden," kata Kepala Dishub Banyumas, Agus Nur Hadie, saat dihubungi wartawan.

Terpisah, Bupati Banyumas Achmad Husein membenarkan warga Desa Pekaja dievakuasi untuk menjalani karantina.

"Iya, malam ini warga Desa Pekaja yang positif dibawa untuk karantina," kata Husein melalui pesan singkat kepada wartawan.

Diberitakan sebelumnya, puluhan orang tercatat positif virus Corona atau COVID-19 dari klaster salat tarawih dari dua desa di Banyumas.

Dari data yang disampaikan Bupati Banyumas Achmad Husein, kasus klaster tarawih Desa Pekaja, Kecamatan Kalibagor tercatat ada 45 warga yang terpapar Corona. Dari jumlah tersebut seorang dirawat di RSUD Banyumas, dan 44 orang lainnya menjalani isolasi mandiri dengan pengawasan ketat dari petugas puskesmas.

Kemudian dari klaster Desa Tanggeran, Kecamatan Somagede, tercatat ada 7 orang yang positif Corona. Ketujuh orang ini menjalani Diklat di Baturaden.

"Total positif dari klaster tarawih 52 orang," kata Achmad Husein kepada wartawan, Jumat (30/4).

Sementara itu, pihak BPBD Kabupaten Banyumas saat ini menyemprot lingkungan Desa Pekaja dan Desa Tanggeran dengan disinfektan. Penyemprotan disinfektan ini dilakukan di area masjid dan musala yang diduga menjadi sumber penularan awal Corona dari klaster salat tarawih ini.

"Hari ini, kami menerjunkan petugas untuk melakukan penyemprotan cairan disinfektan untuk tempat yang menjadi klaster COVID-19," kata Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Banyumas Titik Puji Astuti kepada wartawan, hari ini.

Selain penyemprotan disinfektan, di lokasi tersebut juga dilakukan tracing dan tes swab PCR kepada warga sekitar. BPBD Banyumas juga menyalurkan bantuan sembako ke warga yang terpapar Corona dari klaster salat tarawih tersebut.

Simak Video: Klaster Bukber dan Tarawih Diwaspadai Jadi Superspreader Corona

[Gambas:Video 20detik]



(rih/mbr)