Ganjar Didesak Jelaskan Penolakan Tambang di Purworejo Berujung Bentrok

Angling Adhitya Purbaya - detikNews
Minggu, 25 Apr 2021 19:31 WIB
Ke-11 orang yang ditangkap usai aksi ricuh tolak tambang andesit di Purworejo akhirnya dibebaskan, Sabtu (24/4/2021) dini hari tadi
Massa aksi penolak tambang di Purworejo saat yang ditangkap polisi. (Foto: Rinto Heksantoro/detikcom)
Semarang -

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo didesak menjelaskan duduk perkara penolakan warga terkait penambangan andesit untuk pembangunan Bendungan Bener, Kabupaten Purworejo. Namun Ganjar menyatakan hal tersebut masih bisa ditangani bupati.

Seperti diketahui, bentrokan terjadi saat demo tolak rencana pelaksanaan quarry untuk pembangunan Mega Proyek Bendungan Bener di Purworejo dengan melakukan blokade jalan menggunakan pohon dan batu. Bentrokan antara massa dan aparat tidak terhindarkan, Jumat (23/4).

Massa menolak penambangan batu andesit di daerahnya yang akan digunakan untuk membangun Bendungan Bener. Sebanyak 11 orang dari massa aksi sempat diamankan sebelum akhirnya dilepas. Disebutkan ada 5 personel kepolisian yang terluka dalam peristiwa itu.

Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah, Sukirman, mengatakan Gubernur Ganjar harus memberikan penjelasan lengkap kepada masyarakat karena proyek pembangunan Bendungan Bener yang masuk proyek strategis nasional.

Sebagai kepanjangan tangan pemerintah pusat, Gubernur dinilai paham dengan persoalan yang muncul. Terlebih lagi ada Surat Keputusan Gubernur Jawa Tengah No 539/29 Tahun 2020 tentang Perpanjangan atas Penetapan Lokasi Tanah Bagi Pembangunan Bendungan Bener Purworejo dan Wonosobo.

"Namanya proyek besar pasti ada permasalahan yang kerap muncul. Di sinilah peran Gubernur untuk turut serta mengatasi masalah yang muncul, sehingga proyek terealisasi, namun masyarakat tidak menjadi korban atau dirugikan. Tetapi kok masih muncul demonstrasi yang berujung bentrok, ini bagaimana sesungguhnya," kata Sukirman, Minggu (25/4/2021).

Sementara itu Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo mengatakan persoalan itu seharusnya bisa diselesaikan dengan duduk bersama. Bupati Purworejo, kata dia, saat ini sedang menyiapkan komunikasi dengan warga.

"Sosialisasi dulu biar semua saling memahami dan bisa berdialog. Pak Bupati sedang menyiapkan komunikasi dengan warga. Biar tidak saling emosi," kata Ganjar lewat pesan singkat kepada wartawan.

Ia menegaskan sosialisasi sudah terus dilakukan termasuk sebelum bentrokan terjadi. "Pasti, sosialisasi terus dilakukan," tegasnya.

Simak juga 'Razia Tambang Minyak Ilegal di Jambi, Polisi Tutup 300 Sumur':

[Gambas:Video 20detik]



(alg/mbr)