Round-Up

Fakta-fakta Mencengangkan dari Pembunuhan Bos Wajan Oleh Istri-Karyawan

Pradito Rida Pertana - detikNews
Jumat, 23 Apr 2021 08:21 WIB
Polres Bantul melakukan rekonstruksi pembunuhan bos pabrik wajan, Budiyantoro. Kedua tersangka, Nur Kholis (22) dan KI (30) melakukan 57 adegan rekonstruksi hari ini.
Rekonstruksi pembunuhan bos wajan di Bantul (Foto: Pradito Rida Pertana)
Bantul -

Satreskrim Polres Bantul menggelar rekonstruksi kasus pembunuhan yang dilakukan pegawai di pabrik wajan Nur Kholis (22) terhadap bosnya yakni Budiyantoro (38) akhir bulan Maret lalu. Dalam rekonstruksi ini Nur dan Kusrini (30) melakukan 57 adegan, sejumlah fakta baru pun terungkap.

"Tadi ada 57 adegan," kata Kasat Reskrim Polres Bantul AKP Ngadi saat ditemui di Polres Bantul, Jalan Jenderal Sudirman, Kapanewon Bantul, Kabupaten Bantul, Kamis (22/4).

Ngadi menjelaskan, rekonstruksi ini dilakukan setelah pihaknya mendapati hal yang janggal dalam pemeriksaan. Berikut ini fakta-fakta baru kasus tersebut yang terungkap saat rekonstruksi:

1. Kusrini memberi kode eksekusi dengan desahan saat berhubungan intim
Sebelum melakukan aksi itu, keduanya sempat berkomunikasi lewat chatting dan video call untuk merencanakan pembunuhan itu. Hal itu ternyata hanya untuk mengundang Nur bersembunyi di rumah korban.

"Selanjutnya Nur Kholis datang dengan menyelinap ke rumah korban. Setelah itu, sesuai rencana eksekusi dilakukan pada saat berhubungan intim, lalu istri korban memberi kode khusus kepada Nur lewat desahan," kata Ngadi.

Pasalnya, korban dan istrinya melakukan hubungan intim di kamar. Namun karena kurang nyaman keduanya berpindah di ruang tamu. "Di situlah keduanya berhubungan intim dan istri korban beri kode ke Nur dan Nur keluar dari gudang lalu menjerat leher korban dari belakang," ujarnya.

"Kemudian istrinya turut serta dalam membungkam mulut korban supaya cepat meninggal," imbuh Ngadi.

2. Setelah membunuh korban kedua pelaku salat berjemaah hingga makan sate bersama
Secara rinci, Ngadi menyebut setelah membungkus jasad korban dan menyimpannya ke gudang, lalu Nur melaksanakan salat Maghrib. Sedangkan Kusrini membeli sate ayam keliling dan selanjutnya memakannya bersama Nur.

"Setelah salat lalu makan sate. Selanjutnya keduanya salat Isya berjamaah dan baru melakukan rencana membuang jasad korban," ujarnya.

3. Kedua pelaku memiliki hubungan khusus dan ketahuan korban
Selain itu, Ngadi menyebut jika kedua pelaku memiliki hubungan khusus. Keduanya tega membunuh korban karena mengaku hendak diancam dibunuh oleh korban.

Dugaan juga diperkuat pengakuan Kusrini. Menurutnya, Nur berkeinginan membunuh korban setelah melakukan pertemuan dan terjadi keributan hebat. Hal itu karena hubungannya dengan Nur ketahuan dan korban tidak terima.

"Terus dia bilang kalau, ya suamimu mau tak bunuh, kalau kamu tidak berani membunuh suamimu saya saja yang membunuh suamimu. Ya terus saya seperti manut-manut gitu padahal saya sudah bilang tidak usah," imbuh Kusrini kepada wartawan, Kamis (22/4).

4. Pembunuhan telah direncanakan sebulan sebelumnya
Selain itu, keduanya mengaku telah merencanakan pembunuhan tersebut sekitar satu bulan sebelumnya.

"Dari pengakuan tersangka baru sekali ini eksekusi dan pembunuhan itu sudah direncanakan sekitar satu bulan. Semua itu karena hasil dari pelacakan riwayat komunikasi keduanya," ujarnya.

5. Istri korban menampik disebut sebagai otak aksi pembunuhan
Kusrini sangat menyesal telah ikut serta dalam pembunuhan terhadap suaminya. "Saya sangat-sangat menyesal. Saya menyesal saya, sedih banget apalagi saya tidak bisa ketemu dengan 3 anak saya," katanya saat ditemui wartawan di Polres Bantul, Kamis (22/4).

Menyoal otak pembunuhan, Kusrini mengaku dia tidak merencanakan pembunuhan. Menurutnya otak dari aksi tersebut adalah Nur Kholis.

"Jadi saya itu seperti manut mas Kholis gitu lho saat itu, yang jelas ide awal itu dari Kholis. Saya tidak terima kalau saya yang dituduh menyuruh membunuh (suaminya)," imbuh Kusrini.

Lihat juga Video: Sadis! Pemuda di Cianjur Bacok Ayah Kandungnya Hingga Tewas

[Gambas:Video 20detik]



(mbr/mbr)