Menyesal, Istri Bos Wajan Bantul Ngaku Bukan Otak Pembunuhan Suaminya

Pradito Rida Pertana - detikNews
Kamis, 22 Apr 2021 14:06 WIB
Kusrini (30) tersangka pembunuhan suaminya bos wajan di Bantul usai rekonstruksi di Mapolres Bantul, Kamis (22/4/2021)
Kusrini (30) tersangka pembunuhan suaminya bos wajan di Bantul usai rekonstruksi di Mapolres Bantul, Kamis (22/4/2021) Foto: Pradito Rida Pertana/detikcom
Bantul -

Tersangka pembunuhan bos wajan di Bantul, Budiyantoro (38) sekaligus istri korban yakni Kusrini (30) menampik disebut sebagai otak pembunuhan terhadap suaminya. Dia menuding otak dari pembunuhan itu adalah Nur Kholis (22) yang menjadi eksekutor.

Kusrini mengaku menyesal telah ikut serta dalam pembunuhan terhadap suaminya. Dia merasa dihantui rasa bersalah.

"Saya sangat-sangat menyesal. Saya menyesal saya, sedih banget apalagi saya tidak bisa ketemu dengan 3 anak saya," kata Kusrini saat ditemui wartawan di Polres Bantul, Jalan Jenderal Sudirman, Kapanewon Bantul, Kabupaten Bantul, Kamis (22/4/2021).

Kusrini mengaku tidak merencanakan pembunuhan suaminya itu. Menurutnya, Nur Kholislah yang menjadi dalang pembunuhan tersebut.

"Saya tidak merencanakan, orang Mas Kholis yang nganu. Saya sudah bilang mas sudah tidak usah, tidak jadi, saya itu sudah mencegahnya," ucapnya.

"Jadi saya itu seperti manut (menurut) Mas Kholis gitu lho saat itu, yang jelas ide awal itu dari Kholis. Saya tidak terima kalau saya yang dituduh menyuruh membunuh (Budiyantoro)," tukas Kusrini.

Kusrini menyebut Nur Kholis berkeinginan membunuh korban setelah sempat ribut dengan korban. Hal itu karena hubungan terlarangnya dengan Nur Kholis ketahuan, dan korban tidak terima.

"Pernah ketahuan, suami marah dan pernah ada kata-kata tidak enak, dan suami marah besar ke Nur. Selanjutnya mereka ketemuan dan ribut lalu ada ancaman antara suami dan Nur Kholis," ungkapnya.

"Terus dia bilang kalau, 'Ya suamimu mau tak bunuh, kalau kamu tidak berani membunuh suamimu saya saja yang membunuh suamimu'. Ya terus saya seperti manut-manut gitu padahal saya sudah bilang tidak usah," imbuh Kusrini.

Dia pun mengaku turut membungkam mulut suaminya saat eksekusi pembunuhan itu terjadi. Namun, Kusrini berdalih dia hanya menjalankan perintah dari Nur Kholis.

"Itu yang meminta Mas Kholis, saya hanya manut saja," ujarnya Kusrini. "Yang jelas sebelum saya nutup itu suami saya sudah tergeletak (meninggal)," lanjutnya.

Untuk diketahui, pembunuhan bos wajan di Bantul ini terjadi pada Selasa (30/3). Dari pengakuan tersangka Nur Kholis, korban dieksekusi menggunakan jeratan kawat di lehernya. Saat itu korban berusaha berontak dengan berteriak namun istri korban malah ikut membungkam mulut suaminya.

Dalam rekonstruksi pembunuhan hari ini diperagakan 57 adegan. Salah satu fakta baru yang terungkap yakni korban tidak dibunuh di dalam mobil melainkan rumah korban. Kemudian juga ditemukan fakta soal kedua tersangka sempat sholat berjemaah hingga makan sate usai mengeksekusi korban.

"Ada fakta baru, setelah membunuh kan mereka salat bareng dan segalanya itu nanti kita tambahkan dalam penyidikan," ujar Kasat Reskrim Polres Bantul AKP Ngadi saat ditemui di Polres Bantul, Jalan Jenderal Sudirman, Kapanewon Bantul, Kabupaten Bantul, hari ini.

Atas perbuatannya, kedua tersangka dijerat pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana. Keduanya kini terancam hukuman maksimal 20 tahun penjara.

(ams/mbr)