Kasus Corona dari Klaster Ponpes Kulon Progo Bertambah

Jalu Rahman Dewantara - detikNews
Rabu, 21 Apr 2021 18:51 WIB
young Asian doctor, dressed in anti-virus clothing, sits on the floor tired and uses a smartphone to make a video call to his family. corona virus concept.
Ilustrasi nakes Corona. (Foto: Getty Images/iStockphoto/12521104)
Kulon Progo -

Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) melaporkan penambahan kasus baru terkait dengan klaster pondok pesantren (ponpes) di Pondok Pesantren Nurul Quran di Dusun Sambeng, Kalurahan Hargorejo, Kapanewon Kokap. Jumlah kasus baru tersebut sebanyak 19 orang.

"Rinciannya 7 dari kelompok Nurul Quran, 1 follow up tes antibodi, 11 orang kontak erat kasus sebelumnya, di mana 7 di antaranya berada pada dusun yang sama dengan Nurul Quran dan saat ini sedang dilakukan penyelidikan lebih lanjut apakah saling berhubungan atau tidak," terang Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Kulon Progo, Baning Rahayujati dalam keterangan tertulisnya, Rabu (21/4/2021).

Dia menyebut ada kemungkinan jumlah kasus akan kembali bertambah karena proses tracing masih dilakukan. Saat ini gugus tugas juga masih menunggu hasil 118 sampel yang masih diperiksa di laboratorium.

"Sementara baru itu informasi yang bisa kami sampaikan, informasi selanjutnya setelah hasil laboratorium keluar," jelas Baning.

Diberitakan sebelumnya, sebanyak 55 penghuni Ponpes Nurul Quran yang mayoritas anak-anak menunjukkan gejala COVID-19. Dari jumlah itu lima orang telah menjalani swab PCR dengan tiga di antaranya dinyatakan positif COVID-19. Gugus tugas juga sudah melakukan tes swab antigen pada 13 orang dengan 8 di antaranya terkonfirmasi positif.

Selain Nurul Quran, penyebaran COVID-19 juga ditemukan di Ponpes Darul Karim di Bumirejo, Lendah. Tercatat sebanyak 33 santri dan pengurus ponpes terjangkit virus tersebut dan kini telah menjalani isolasi mandiri.

Ketua Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Kulon Progo, Fajar Gegana, mengatakan kemunculan klaster di ponpes menunjukkan saat ini terjadi peningkatan kasus Corona. Ia menduga hal ini disebabkan oleh tingginya mobilitas masyarakat pada bulan Ramadan.

Tercatat hingga saat ini total kasus terkonfirmasi positif COVID-19 di Kulon Progo sebanyak 4.603. Dari jumlah itu 387 masih menjalani perawatan, 89 meninggal dunia, 3.598 selesai isolasi dan 529 sembuh.

"Karena itu kami tetap mengimbau kepada masyarakat agar selalu menerapkan protokol kesehatan yang ketat," ujarnya.

Simak video 'Muncul Klaster Piknik di Boyolali, 36 Orang Positif Corona':

[Gambas:Video 20detik]



(sip/ams)