Rektor Pastikan Jozeph Paul Zhang Alumni UKSW Salatiga

Akbar Hari Mukti - detikNews
Rabu, 21 Apr 2021 13:09 WIB
Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Salatiga.
Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Salatiga. (Foto: dok UKSW Salatiga)
Salatiga -

Jozeph Paul Zhang atau Shindy Paul Soerjomoelkono yang berstatus sebagai tersangka dugaan penodaan agama dan ujaran kebencian disebut pernah tinggal dan kuliah di Kota Salatiga, Jawa Tengah. Saat dimintai konfirmasi, Rektor Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Salatiga Neil Semuel Rupidara membenarkan Jozeph merupakan alumni kampus tersebut.

"Jozeph atau Shindy Paul Soerjomoeljono adalah alumni UKSW. Ia lulus dari Fakultas Pertanian tahun 1996. Sempat melanjutkan pendidikan S2 Magister Manajemen, tetapi tidak selesai," jelas Rektor UKSW, Neil Semuel Rupidara, melalui keterangan resminya, Rabu (21/4/2021).

Ia mengatakan UKSW menyesalkan pernyataan Jozeph Paul Zhang sebagai alumni UKSW yang dinilai mengandung muatan penistaan agama. Ia menilai tindakan Jozeph itu menyampaikan pandangan pribadinya.

"Kami sesalkan itu dilakukan Jozeph sebagai alumni UKSW. UKSW adalah lembaga yang menjunjung tinggi kebebasan berpikir dan berekspresi. Kami menilai tindakannya menyampaikan pandangan pribadi. Ia sepertinya perhitungkan secara baik efek pernyataannya dan ketidakdapat-berterimaan pihak lain atas pandangannya itu," jelasnya.

Neil mengatakan sikap pribadi Jozeph tidak kompatibel dengan wawasan UKSW. Karena sejak awal UKSW merupakan kampus yang mengembangkan ciri keberagaman.

"UKSW adalah kampus Indonesia Mini. Dalam setting komunitas yang seperti itu, kami mendidik mahasiswa untuk dapat berpikir dan bersikap peka dan toleran terhadap keragaman latar belakang," ungkapnya.

"Mahasiswa UKSW tidak dididik mengekspresikan pandangannya dengan cara-cara yang dapat melukai orang lain. Dalam interaksi formal, non formal, maupun informal di setiap kegiatan pembelajaran dan pembinaan mahasiswa di kampus, mahasiswa UKSW dikondisikan untuk menyadari dan mengakui akan realitas itu," sambung Neil.

Ia menilai aparat hukum dapat menangani kasus Jozeph Paul Zhang dengan baik sesuai prinsip dan sistem hukum yang berlaku. Ia juga menilai fenomena penistaan agama yang muncul karena sikap beragama yang dangkal, fundamentalis, dan intoleran masih merupakan masalah yang cukup terbuka di Indonesia.

"Pola perilaku itu mencederai rasa kebangsaan kita semua. Maka belajar dari kasus Shindy Paul, kami mendorong pemerintah Indonesia dan segenap tokoh masyarakat untuk mengikis persoalan itu dengan bersama-sama membangun iklim berbangsa yang saling menghargai, yang sejuk, tanpa kecuali," tuturnya.

"Kasus Jozeph harus dilihat sebagai bagian dari konstruksi sosio-kultural masyarakat Indonesia kontemporer yang masih cenderung rapuh, di mana pendapat pribadi yang masuk ke ruang publik tidak ditempatkan dalam kerangka penghargaan atas realitas masyarakat Indonesia yang plural," pungkas Neil.

Simak juga Video "Jozeph Paul Zhang: Tak Ada Undang-undang Melarang Jadi Nabi":

[Gambas:Video 20detik]



(sip/ams)