Belum Semua Orang Tua di DIY Izinkan Anaknya Ikut Sekolah Tatap Muka

Jauh Hari Wawan S, Heri Susanto - detikNews
Senin, 19 Apr 2021 12:28 WIB
Sebanyak 10 sekolah setingkat SMA dan SMK di Provinsi D. I. Yogyakarta mulai melaksanakan uji coba sekolah tatap muka. Salah satunya di SMK Negeri 1 Kota Yogyakarta.
Uji Coba Sekolah Tatap Muka di Yogyakarta. (Foto: PIUS ERLANGGA)
Yogyakarta -

Pelaksanaan uji coba sekolah tatap muka tingkat SMA-SMK di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mulai dilakukan hari ini. Diketahui belum semua orang tua siswa mengizinkan anaknya mengikuti sekolah tatap muka, dengan berbagai alasan.

Kepala Disdikpora DIY Didik Wardaya mengatakan sekolah yang melakukan uji coba pembelajaran tatap muka di DIY hari ini yakni SMAN 1 Pajangan, Bantul; SMKN 1 Bantul; SMAN 1 Gamping, Sleman; SMKN 1 Depok, Sleman; SMAN 2 Playen, Gunungkidul; SMKN 1 Wonosari, Gunungkidul; SMAN 1 Sentolo, Kulon Progo; SMKN 2 Pengasih, Kulon Progo; dan SMKN 1 Kota Yogyakarta.

Namun di kelas X di SMKN 1 Yogyakarta, misalnya, dari 208 siswa ada 7 persen orang tua tidak mengizinkan anaknya ikut sekolah tatap muka. "Dari Google form yang kita sebar itu, ada 7 persen yang tidak diizinkan orang tua karena tetangganya positif dan dalam masa isolasi," kata Kepala SMKN 1 Kota Yogyakarta, Sudaryono, Senin (19/4/2021).

Sudaryono menjelaskan persyaratan sekolah tatap muka mengharuskan ada izin dari orang tua. Jadi, jika orang tua tak mengizinkan anaknya untuk mengikuti sekolah tatap muka, maka sekolah akan memperlakukan pembelajaran daring.

"Ya seperti kemarin (pembelajaran daring). Nanti guru akan memberikan tugas-tugas ke siswa," kata Sudaryono.

Pelaksanaan sekolah tatap muka di SMKN 1 Yogyakarta, dilakukan dengan memangkas waktu di dalam kelas. Setiap hari hanya ada dua mata pelajaran. Setiap mata pelajaran berlangsung selama 90 menit.

"Tadi masuk jam 07.15 WIB, karena bulan Ramadhan ada mata pendalaman agama yang muslim tadarus yang Kristen dan Katolik ada sendiri. Dilanjutkan mata pelajaran masing-masing sampai pukul 10.15 WIB," jelasnya.

Di SMKN 1 Kota Yogyakarta semua siswa kelas X masuk dibagi dua tahap. Pertama masuk pukul 07.15 WIB dan 08.15 WIB untuk menerapkan 50 persen dari daya tampung siswa.

Hal serupa juga terdapat di SMKN 1 Depok, Sleman. Kepala SMKN 1 Depok, Suprapto, menjelaskan sebesar 5 persen orang tua belum memberikan izin kepada siswa untuk belajar tatap muka karena masih khawatir penyebaran COVID-19.

"Yang belum diizinkan hanya 5 persen sekitar 30 dari (total) 300 sekian siswa," jelasnya.

Kendati demikian, siswa yang belum diizinkan orang tua untuk sekolah tatap muka tetap wajib mengikuti pembelajaran daring. "Itu dari izin orang tua, kita pegang izin orang tua dan siswa tetap kita layani KBM daring," jelasnya.

Sementara itu, bagi siswa mengaku masih perlu adaptasi menjalani pertama kali sekolah tatap muka.

Novi Anggita Rahmadani, siswa Kelas X SMKN 1 Kota Yogyakarta, mengaku bingung setelah hampir setahun menjadi siswi di sekolah tersebut, baru hari ini bertemu teman-temannya. "Belum ada yang kenal. Baru pertama masuk jadi masih pada kenalan dulu," kata Novi.

Namun demikian, dia mengaku senang dan memilih sekolah tatap muka dibanding daring. "Senang bisa ketemu teman-teman. Jadi tahu siapa aja teman di sekolah," kata Novi. "Daripada di rumah bosan. Dikasih tugas juga malah bingung ngerjain ya," lanjutnya.

(mbr/mbr)