Siapa Sangka Ponpes Kulon Progo Ini Didirikan Seorang Mantan Perampok

Jalu Rahman Dewantara - detikNews
Minggu, 18 Apr 2021 20:51 WIB
Sandiman Nur Hadi Widodo, mantan perampok yang hijrah dan mendirikan Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Ghifari, Kulon Progo, Minggu (18/4/2021).
Sandiman Nur Hadi Widodo, mantan perampok yang hijrah dan mendirikan Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Ghifari, Kulon Progo, Minggu (18/4/2021). (Foto: Jalu Rahman Dewantara/detikcom)

Selain sekolah dan mengaji, santri di Ponpes Al-Ghifari diajarkan ilmu berwirausaha. Mereka diajak untuk mengolah tanaman dan berternak. Namun Sadiman menekankan yang jadi fokus tetap pendidikan formal santri demi masa depan mereka.

"Saya fokusnya ke pendidikan ya, karena berkaca dari masa lalu saya bahwa orang itu gampang terkena pengaruh (buruk) karena bodoh, sehingga saya tekankan anak-anak harus pintar, makannya saya sampai bikin tingkat SMA nya biar anak-anak punya ijazah SMA agar tidak tertinggal dengan anak-anak dari sekolah lain," ucapnya.

Salah seorang santri Ponpes Al-Ghifari, Agustiawati (17), mengaku nyaman belajar di pondok ini. Ia merasa bisa benar-benar memahami agama Islam yang diajarkan oleh para pendidik. "Alhamdulillah saya juga jadi lebih berprestasi," ungkapnya.

Dara asal Lendah itu mengaku sudah tahu latar belakang Sandiman, pendiri Ponpes Al-Ghifari. Meski demikian ia tak mempersoalkan hal itu. Ia justru merasa termotivasi dengan kisah hidup gurunya tersebut, yang bisa berubah ke jalan yang benar dan menjadi suri tauladan bagi para santri.

"Pak Kiai (Sandiman) adalah sosok yang ramah dan selalu membantu kami yang kesulitan. Kadang kalau ada santri yang lagi tidak punya uang nanti dikasih, kadang juga diberikan baju secara cuma-cuma," ujar.

Halaman

(sip/sip)