Melihat Pasar Ramadhan di Kudus, Ada Pengunjung yang Tak Bermasker

Dian Utoro Aji - detikNews
Rabu, 14 Apr 2021 18:50 WIB
Pasar Ramadhan yang ada di Desa Megawon, Kecamatan Jati, Kudus, Rabu (14/4/2021).
Pasar Ramadhan yang ada di Desa Megawon, Kecamatan Jati, Kudus, Rabu (14/4/2021). Foto: Dian Utoro Aji/detikcom
Kudus -

Warga ramai-ramai mengunjungi Pasar Ramadhan di Desa Megawon, Kecamatan Jati, Kudus, Jawa Tengah, untuk berburu takjil dan makanan berbuka puasa. Namun, ada warga yang masih nekat tak bermasker.

Pantauan di lokasi sore ini, Pasar Ramadhan berada di lapangan Desa Megawon. Ada puluhan pedagang yang menjajakan aneka takjil hingga menu makan.

Warga pun terlihat berbondong-bondong mencari makanan untuk berbuka puasa. Sayangnya, di tengah pandemi virus Corona, tidak sedikit warga yang terlihat tak mengenakan masker. Sementara itu, warga yang mengenakan masker saat antre makanan tidak berjaga jarak.

Kades Megawon, Nurasag, mengatakan Pasar Ramadhan ini diadakan dalam rangka untuk meningkatkan penghasilan warga. Terlebih banyak warga yang terdampak pandemi selama ini.

"Banyak warga terdampak, terutama pedagang kecil, biasanya jualan di sekolah, keramaian, dan yang lain. Setelah ada pandemi sangat berdampak sekali," kata Nurasag kepada wartawan saat ditemui di lokasi, Rabu (14/4/2021).

"Jadi tahun ini mengadakan Pasar Ramadhan, antusias warga sekali bagus sekali. Ini ada 32 stand ternyata banyak sekali yang daftar, termasuk warga lain yang berminat," lanjut dia.

Nurasag mengatakan pemerintah desa menyediakan puluhan kios berjualan secara gratis bagi warganya. Mayoritas warga menjual makanan menjelang berbuka puasa, seperti takjil hingga makanan berbuka puasa.

"Untuk sistem berjualan di sini kami pemdes memfasilitasi tempatnya, tenda juga ada listrik. Warga berjualan tinggal bawa dagangannya semua bebas, tidak ada istilahnya sewa. Semua demi masyarakat," terang dia.

Rencananya Pasar Ramadhan ini akan digelar selama 14 hari saat bulan Ramadhan tahun ini. Menurutnya saat pandemi seperti ini protokol kesehatan selalu ditekankan bagi penjual dan pembeli. Dia meminta kepada warga wajib mengenakan masker.

"Rencana digelar 14 hari sampai pertengahan bulan Ramadhan. Melihat antusias warga kalau memang diperpanjang desa memfasilitasinya," ungkapnya.

"Terkait prokes, kami menekan protokol kesehatan tetap dijalankan, terutama terpenting masker. Setiap pedagang dan pembeli wajib memakai masker dan juga nanti setiap stand minimal ada hand sanitizer," lanjut Nurasag.

Salah seorang pedagang, Sumarni, mengaku terbantu dengan adanya kegiatan Pasar Ramadhan ini. Dia mengaku usahanya terdampak saat masa pandemi virus Corona.

"Dapat membantu, bisa jadi jualan tambah tambah keluarga," terang Sumarni saat ditemui di lokasi sore ini.

Sumarni menjual aneka takjil dan berbagai jenis gorengan. Barang jualannya pun habis dalam saat menjelang berbuka puasa.

"Kalau pakai masker wajib ya karena masa pandemi, lumayan ramai kemarin (hari pertama) bersih bawa uang Rp 180 ribu," kata Sumarni.

(ams/rih)