Pemuda Ini Sebar Video Mesum Bareng Eks Pacar, Tujuannya Sulit Dipahami

Jauh Hari Wawan S. - detikNews
Rabu, 14 Apr 2021 12:36 WIB
Sleman -

Kandasnya hubungan asmara membuat pemuda berinisal AST (21) warga Ngemplak, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) gelap mata. Ia tega menyebarkan video mesum yang dilakukannya dengan sang mantan kekasih karena ingin kembali menjalin hubungan.

Namun, bukannya kembali merajut hubungan asmara, AST justru harus berhadapan dengan polisi. Mantan kekasihnya yang sudah dipacari sejak masih sekolah melaporkan tindakannya ke Ditreskrimsus Polda DIY.

"Subdit Tindak Pidana Siber Ditreskrimsus Polda DIY pada bulan Januari kami mengungkap kasus tindak pidana asusila berupa tindak penyebaran video berkonten asusila. Korban, yang videonya disebarkan pelaku yang merupakan mantan pacar korban," kata Wadireskrimsus Polda DIY AKBP FX Endriadi saat jumpa pers di Mapolda DIY, Rabu (14/4/2021).

Ia menjelaskan video asusila yang dilakukan bersama mantannya awalnya hanya berupa ancaman. Kemudian video mesum itu dikirimkan ke HP korban. Tak puas sampai di situ, tangkapan layar video itu juga disebar di salah satu grup Facebook.

"Modusnya karena tersangka ingin balikan jadi mengancam korban dengan menyebarkan konten video asusila, awalnya hanya mengancam tapi akhirnya dilakukan," ungkapnya.

Endriadi menjelaskan video itu dibuat saat keduanya masih berstatus pasangan kekasih. Namun, akhirnya hubungan itu kandas karena tak dapat restu orang tua.

"Jadi antara korban dan pelaku menjalin hubungan asmara semenjak SMA. Kemudian dalam hubungan itu sempat membuat beberapa video kemudian putus karena ada paksaan dan tidak ada kecocokan," bebernya.

Sementara itu, menurut pengakuan pelaku, ia menyebarkan video itu agar bisa dinikahkan dengan korban.

"Saya hanya ingin dinikahkan, saya sangat cinta sama dia, sejujurnya sejak SD sudah pacaran. Udah putus karena orang tuanya, alasannya karena saya orang nggak mampu," kata AST.

Video mesum yang ia sebar berdurasi sekitar 23 detik. Namun, bukan hanya 1 video saja.

"Sekitar 23 detik. Ada 5 video, dalam satu kali (hubungan badan)," ungkapnya.

Atas perbuatannya, tersangka dijerat Pasal 45 ayat 1 jo Pasal 27 ayat 1 UU No 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas UU No 11 Tahun 2008 tentang ITE dengan ancaman penjara paling lama 6 tahun dan/atau denda paling banyak Rp 1 miliar.

(sip/mbr)