Pengikut Islam Aboge di Banyumas Mulai Puasa Ramadhan Besok

Arbi Anugrah - detikNews
Selasa, 13 Apr 2021 16:59 WIB
Ilustrasi Ramadhan atau buka puasa
Ilustrasi Ramadhan (Foto: Getty Images/iStockphoto/Muratani)
Banyumas -

Pengikut Islam Alif Rebo Wage atau Aboge di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, baru akan mulai menjalani puasa 1 Ramadhan 1442 Hijriah besok. Hal tersebut berdasarkan perhitungan yang mereka percayai sejak ratusan tahun lalu berdasarkan penanggalan Jawa.

"Berdasarkan perhitungan, tahun sekarang adalah tahun Jim akhir, rumusnya jatuh pada hari pasaran Jumat Wage. Maka awal Ramadhan dihitung menggunakan rumus Donemro (Romadon Enem Loro). Ramadhan berarti jatuh di hari ke-6 dari Jumat dan pasaran ke-2 dari Wage sehingga awal Ramadhan pengikut Aboge tahun ini jatuh pada hari Rabu Kliwon, 14 April 2021," kata juru bicara Islam Aboge Banyumas, Susanto, lewat pesan singkat kepada detikcom, Selasa (13/4/2021).

Dia menjelaskan jika setiap tahunnya, perhitungan Ramadhan Islam Aboge selalu berbeda dengan perhitungan pemerintah. Alasannya karena komunitas tersebut memiliki perhitungan sendiri.

Perhitungannya, awal puasa berdasarkan perhitungan Islam Aboge jatuh pada Rabu (14/4) besok. Sehingga puasa akan dimulai selang sehari waktu puasa yang ditetapkan pemerintah.

"Malam ini baru mulai akan melaksanakan salat tarawih," ucapnya.

Dia mengatakan bahwa di Banyumas sendiri ada sejumlah daerah yang menjadi tempat Komunitas Islam Aboge. Di antaranya di Desa Kracak dan Tipar Kidul, Kecamatan Ajibarang.

"Sedangkan wilayah lainnya ada di Desa Cikakak, Kecamatan Wangon. Di tempat itu juga ada Komunitas Islam Aboge. Meski beda perhitungan, tetapi ibadah tetap sama saja, yang beda hanya perhitungan waktu saja," ungkapnya.

Di Islam Aboge diyakini tentang perhitungan berdasarkan delapan tahun atau sewindu. Satu windu terdiri atas tahun Alif, Ha, Jim, Awal, Za, Dal, Ba/Be, Wawu, dan Jim akhir serta dalam satu tahun terdiri 12 bulan dan satu bulan terdiri atas 29-30 hari dengan hari pasaran berdasarkan perhitungan Jawa, yakni Pon, Wage, Kliwon, Manis (Legi), dan Pahing.

Kemudian penentuan bulan puasa dalam perhitungan Aboge, tidak bergantung pada bulan seperti tahun Hijriah. Perhitungan Aboge sendiri disebut mulai dipakai pada abad ke-14 oleh para wali.

Penanggalan tersebut kemudian disebarluaskan oleh ulama Raden Rasid Sayid Kuning yang berasal dari Kerajaan Pajang. Selain di Banyumas, pegikut Islam Aboge juga tersebar di Kabupaten Purbalingga dan Cilacap.

(ams/rih)