Maaf, Tak Ada Pembagian Bubur Samin Solo pada Ramadhan Tahun Ini

Ari Purnomo - detikNews
Selasa, 13 Apr 2021 15:49 WIB
Pengumuman tak ada pembagian bubur samin khas Banjar saat Ramadhan di Kota Solo
Pengumuman tak ada pembagian bubur samin khas Banjar saat Ramadhan di Kota Solo (Foto: Ari Purnomo/detikcom)
Solo -

Pembagian bubur samin khas Banjarnegara menjadi salah satu hal yang ditunggu-tunggu saat Ramadhan di Kota Solo. Namun sejak pandemi virus Corona (COVID-19) bubur samin khas Banjarnegara ini tak lagi dibagikan.

Bubur dengan bumbu rempah khas ini biasa dibagikan oleh pengurus masjid Masjid Darussalam yang terletak di Jalan Gatot Subroto, nomor 161, Jayengan, Solo, Jawa Tengah. Biasanya setiap usai salat asar, warga sudah terlihat mengantre di halaman masjid.

Antrean ini tak hanya diisi warga dari sekitar masjid saja, bahkan warga dari luar Solo seperti Salatiga dan kota lainnya ikut mengantre bubur yang biasa disediakan saat Ramadhan ini. Ketua Takmir Masjid Darussalam, H Rosyidi Muhdlor, menyebut tradisi pembagian bubur ini sudah berlangsung sejak lama dan terpaksa dihentikan saat pandemi Corona.

"Ini sudah kedua kalinya tidak ada pembagian bubur samin, sebenarnya banyak yang menanyakan. Tapi karena kondisinya seperti ini," kata Rosyidi saat ditemui wartawan di rumahnya, Selasa (13/4/2021).

Rosyidi menyebut tradisi pembagian bubur samin ini sudah berlangsung lama. Biasanya warga yang menginginkan bubur samin ini datang ke Masjid Darussalam dengan membawa wadah sendiri.

"Untuk pembagian bubur samin ke masyarakat sudah sejak tahun 1980-an, tapi kalau untuk jamaah masjid sendiri sudah sejak tahun 1965-an," terangnya.

Rosyidi menerangkan dua tahun terakhir sejak pandemi Corona menyerang, pihaknya memang tak menyediakan bubur samin gratis. Pihaknya mengantisipasi adanya kerumunan saat antrean pembagian bubur ini.

Pihaknya khawatir jika tetap diadakan pembagian bubur samin gratis justru akan memicu hal-hal yang tidak diinginkan hingga klaster baru Corona.

"Kerumunan banyak sampai 500 lebih, maka kita meniadakan dulu. Meski ada usul agar diterapkan protokol kesehatan, tapi sulit," tuturnya.

Rosyidi mengenang saat Ramadhan dua tahun lalu, pihaknya menghabiskan beras hingga 50 kg untuk membuat bubur samin. Bahan tersebut ditambah dengan lauk dan bubu rempah hingga tersaji 1.200 porsi.

"Yang 1.000 porsi dibagikan ke masyarakat sedangkan yang 200 porsi dibagikan untuk jamaah saat berbuka. Nanti ditambah kurma dan susu," urainya.

Dia menerangkan sumbangan untuk pembuatan bubur samin gratis itu sebenarnya terus mengalir. Namun, sumbangan tersebut kini dialihkan untuk keperluan operasional masjid.

"Semoga saja tahun depan Corona sudah tidak ada dan pembagian bubur samin bisa dilakukan kembali," katanya.

Simak video 'Ma'ruf Ucapkan Selamat Ramadhan: Semoga Kita Bangkit dari Pandemi!':

[Gambas:Video 20detik]



(ams/sip)