Mudik Dilarang, Perbatasan hingga Jalur Tikus Masuk Yogya Dijaga Berlapis!

Heri Susanto - detikNews
Senin, 12 Apr 2021 18:34 WIB
Ilustrasi macet/ antrean di rest area
(Foto: Ilustrasi arus lalu lintas mudik)
Yogyakarta -

Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) bakal menjaga perbatasan baik di jalur utama hingga jalur tikus terkait larangan mudik Lebaran 2021. Tak hanya diperiksa di jalur-jalur masuk, pemeriksaan juga akan dilakukan di rumah tujuan pemudik.

"Jadi ada dua langkah antisipasi pemudik. Pertama pengawasan di perbatasan akan ada 10 titik dari jalan utama sampai tikus akan dijaga petugas gabungan," ujar Kepala Satpol PP DIY Noviar Rahmad saat dihubungi wartawan, Senin (12/4/2021).

Noviar mengatakan, 10 titik yang akan di jaga di antaranya di wilayah Prambanan, Tempel, Temon. Titik-titik tersebut belum termasuk jalur tikus atau jalur alternatif.

Tak berhenti di situ, jika masih ada pemudik yang lolos pemeriksaan di jalur masuk tersebut, maka akan diperiksa di rumah tujuannya.

"Jaga Warga dari Linmas dan Satpol PP akan mendatangi untuk melihat surat rapid test antigen, GeNose, atau PCR. Kalau ada yang tidak bawa ya karantina. Tidak mau, suruh balik," lanjut dia.

Diwawancara terpisah, Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X memastikan akan segera mengeluarkan aturan dalam berkegiatan selama Ramadhan bagi masyarakat sebagai antisipasi penularan virus Corona. Menurut Sultan aturan tersebut baru keluar dari Pemerintah Pusat dan akan segera ditindaklanjuti.

"Ya ngatur lah bagaimana pada waktu puasa, ya semuanya itu untuk menghindari kerumunan, menghindari kemungkinan kenaikan (kasus) COVID-19. Nanti baru ada turunan dari kepala daerah," kata Sultan di Kompleks Kepatihan, Kemantren Danurejan, Yogyakarta, hari ini.

Diberitakan sebelumnya larangan mudik Lebaran 2021 resmi ditetapkan oleh pemerintah beberapa waktu lalu. Warga dilarang mudik mulai tanggal 6-17 Mei 2021.

Larangan mudik ini diperuntukkan bagi semua kalangan masyarakat, termasuk juga aparatur negara (ASN). Pelarangan mudik ini merupakan bentuk upaya pemerintah menekan penyebaran COVID-19.

"Tahun 2021, mudik ditiadakan, berlaku untuk ASN, TNI-Polri, karyawan BUMN, karyawan swasta, pekerja mandiri, dan seluruh masyarakat," tegas Menko PMK Muhadjir Effendy dalam jumpa pers virtual, Jumat (26/3).

Menindaklanjuti larangan mudik itu, Satgas Penanganan COVID-19 pun menerbitkan Surat Edaran (SE) Nomor 13 Tahun 2021 yang mengatur tentang peniadaan mudik Lebaran.

(sip/ams)