Jika Muncul Faksi Puan Vs Prananda di PDIP, FX Rudy Yakin Bisa Diredam

Bayu Ardi Isnanto - detikNews
Senin, 12 Apr 2021 16:48 WIB
Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri (kedua kanan) saat melantik Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto (kiri), Ketua DPP PDIP bidang UMKM, Ekonomi Kreatif, dan Ekonomi Digital Prananda Prabowo (kedua kiri), Ketua DPP PDIP bidang Politik dan Keamanan Puan Maharani (kanan) dan sejumlah pengurus DPP PDIP lainnya saat penutupan Kongres V PDI Perjuangan di Sanur, Denpasar, Bali, Sabtu (10/8/2019).
Foto Ilustrasi Puan Maharani (kiri) dan Prananda Prabowo (kanan) (foto sebelum Pandemi COVID-19) (dok. PDIP)
Solo -

Faksi antara Puan Maharani dan Prananda Prabowo dikhawatirkan akan muncul seiring isu suksesi Ketua Umum (Ketum) PDIP yang mulai mengemuka. Ketua DPC PDIP Solo, FX Hadi Rudyatmo atau FX Rudy, tidak mengkhawatirkan hal tersebut.

FX Rudy menganggap gejolak di internal partai adalah hal yang wajar terjadi. Dia yakin gejolak tersebut bakal lebih mudah diredam karena Puan Maharani dan Prananda Prabowo adalah trah Soekarno.

"Gejolak itu biasa. Tapi semoga bisa diredam, karena beliau-beliau adalah trah Soekarno," kata Rudy saat dihubungi wartawan, Senin (12/4/2021).

Menurut mantan Wali Kota Solo itu, sosok Megawati Soekarnoputri bakal menjadi tokoh sentral dalam pemilihan ketua umum di kongres PDIP 2024 nanti. Kader pun diyakini akan mengikuti perintah Megawati.

"Faksi pasti ada. Tapi kalau ketum yang bicara, kader bawah sudah tidak ada kata lain kecuali melaksanakan," kata dia.

Dia pun yakin bahwa kader masih memiliki sikap tegak lurus kepada ketua umum. Hal tersebut merupakan komitmen setiap kader PDIP.

"Saya optimis karena semua kader partai punya komitmen kepada ketum. Kalau ketum bilang A ya menjalankan A, sepanjang partai masih berjuang meraih kekuasaan untuk kesejahteraan rakyat," ungkap dia.

Di sisi lain, Rudy secara pribadi mendukung Prananda Prabowo menggantikan Megawati. Dia akan memperjuangkan pilihannya di dalam kongres.

"Saya di kongres nanti masih ketua DPC, pasti memperjuangkan Mas Prananda. Harapan saya nanti aklamasi, nggak perlu voting," pungkasnya.

Sebelumnya, pakar politik Universitas Paramadina, Ahmad Khoirul Umam, mengungkap adanya potensi faksi antara Puan dengan Prananda. Jika potensi tersebut tidak diantisipasi, soliditas PDIP bisa terdampak.

"Hal ini menunjukkan besarnya potensi faksionalisme dan konflik keluarga di dalam kekuatan inti PDIP. Jika tidak diantisipasi, faksionalisme antara kekuatan Puan dan Prananda bisa mengintai soliditas PDIP ke depan," kata Ahmad Khoirul Umam, saat dihubungi, Senin (12/4).

Simak video 'Politisi PDIP Bicara Soal Indikator Demokrasi di Tubuh Partai':

[Gambas:Video 20detik]



(rih/ams)