Bukan Penampakan, Kuntilanak di Pekalongan Ini Cekikikan Jual Papeda

Robby Bernardi - detikNews
Sabtu, 10 Apr 2021 15:50 WIB
Lia Afidah, penjual jajanan papeda keliling berdandan kuntilanak, Kabupaten Pekalongan, Sabtu (10/4/2021).
Lia Afidah, penjual jajanan papeda keliling berdandan kuntilanak, Kabupaten Pekalongan, Sabtu (10/4/2021). (Foto: Robby Bernardi/detikcom)
Kabupaten Pekalongan -

Sosok berpenampilan kuntilanak dan cekikikan keliling kampung-kampung di Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah. Ternyata sosok kuntilanak itu penjual jajan papeda keliling.

Dia memakai kostum warna putih, rambut terurai panjang, dan berkelopak mata hitam. Terlihat beberapa percikan warna merah seolah darah di bagian mulutnya.

Begitulah penampilan Lia Afidah (30) warga Jrembengkembang, Kecamatan Karangdadap, Kabupaten Pekalongan. Untuk menarik perhatian warga dan anak-anak, dia menggunakan kostum horor itu dengan sepeda motornya keluar masuk kampung.

Ibu dengan dua anak ini bercerita sebelumnya dia menggunakan kostum seragam sekolah. Namun setelah pandemi dan tak ada anak ke sekolah, dia memutar otak agar jualannya laris manis.

"Biasanya pakai kostum seragam sekolah. Tapi kan sekolah libur, jadi saya harus berpikir keras lagi untuk menarik perhatian warga. Ya akhirnya, pakai ini," kata Lia saat ditemui detikcom di rumahnya, Sabtu (10/4/2021).

"Kebetulan ada kain putih, kita buat kostum Kuntilanak. Ditambahin wig rambut dan sedikit make upa," lanjutnya.

Lia Afidah, penjual jajanan papeda keliling berdandan kuntilanak, Kabupaten Pekalongan, Sabtu (10/4/2021).Lia Afidah, penjual jajanan papeda keliling berdandan kuntilanak, Kabupaten Pekalongan, Sabtu (10/4/2021). Foto: Robby Bernardi/detikcom

Hasilnya, Lia yang berdandan kuntilanak ini justru menarik perhatian pembelinya. Anak-anak pun tak takut padanya.

Lia mengaku dagangannya semakin sepi saat pandemi Corona. Untuk itu dia merasa harus sekreatif mungkin menarik pembeli.

"Karena itu, kita harus kreatif mungkin untuk menarik perhatian pembeli. Saya sendiri sebenarnya penakut," jelas Lia.

"Pagi sampai siang menjelang sore, pakai kostum Kuntilanak. Terus salat zuhur, make up kehapus, saya ganti kostum lain lagi," imbuhnya.

Salah seorang warga yang membeli dagangan Lia, Casroha (35) mengaku senang dengan kehadiran Lia di kampungnya. Suara cekikikan Lia yang khas justru ditunggu-tunggu.

"Bisa mendapatkan hiburan gratis. Dari jauh sebelum datang, suara cekikanya sudah terdengar. Wah itu mbak Kunti bentar lagi nyampai," katanya.

Menurutnya, tak ada anak-anak atau pembeli yang takut pada Lia. Mereka justru senang, dan beberapa di antaranya mengajak Lia foto bersama.

"Ramai juga akhirnya. Biasanya dikerubuti, diajak foto, malah jadi viral. Ada mbak Kunti keluyuran siang hari yang jualan Papeda," tutur Casroha.

Suami Lia, Nur Khayak (36), menambahkan dirinya baru tahu istrinya menggunakan kostum kuntilanak setelah viral.

"Ya akhirnya saya mengetahui istri saya pakai itu. Saya juga sudah melarang jualan dengan pakaian itu jika malam hari. Bahaya yang sakit jantungan atau risikonya lainnya," kata dia.

(sip/sip)