Dosen ISI Yogya Nilai PP Royalti Musik Bikin Dilema, Ini Alasannya

Pradito Rida Pertana - detikNews
Jumat, 09 Apr 2021 17:40 WIB
Bantul -

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menandatangani Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 56 Tahun 2021 yang mengatur royalti hak cipta lagu dan musisi. Pembantu Dekan I Fakultas Seni Pertunjukan Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta Heni Winahyuningsih menganalogikan PP ini bak dua mata pisau.

Heni menyebut adanya PP ini turut mendukung kesejahteraan seniman yang bergelut di bidang musik. Namun, di sisi lain akan memberatkan seniman-seniman yang baru meniti karir.

"Saya belum membaca PP itu jadi masih menduga-duga saja. Ya memang dilematis, satu sisi PP itu akan mampu membuat sejahtera para seniman. Tapi sisi lainnya juga akan memberatkan seniman-seniman yang baru meniti karir," kata Heni saat dihubungi detikcom, Jumat (9/4/2021).

Heni lalu menyoroti cara pemberian royalti untuk kesenian tradisi yang bersifat komunal. Dia pun mempertanyakan pihak penerima royalti hak cipta dalam kesenian tersebut.

"Untuk kesenian-kesenian tradisi yang sifatnya komunal tentu akan beda lagi permasalahannya, karena pemberian royalti kepada komunitas? Desa, atau siapa?," ucapnya.

Meski begitu, menurut Heni, dengan kemunculan PP 56/2021 ini bakal memantik para seniman untuk lebih aktif berkarya di bidang musik. Sebab, tidak semua penggunaan lagu orang lain untuk seni pertunjukan hasilnya akan maksimal.

"Saya memperkirakan, bila semua jenis seni pertunjukan diperlakukan sama, maka akan banyak karya-karya yang hanya 'sak gebyaran' saja," ucapnya.

"Karena orang cenderung membuat sendiri lagu/karya untuk dibawakan dirinya sendiri, daripada membawakan karya orang lain, harus bayar royalti dan belum tentu berhasil baik," lanjut Heni.

Heni menyebut banyak orang yang mengais rezeki dari membawakan lagu orang lain. Menurutnya hal ini sebagai simbiosis mutualisme, karena orang yang membawakan lagu karya orang lain mendapat bayaran dan pencipta lagu yang dibawakan akan mendapatkan royalti.

"Akan tetapi juga tidak menutup mata, seringkali orang dapat menghasilkan banyak uang karena membawakan lagu orang lain. Saya kira di sinilah mulai mempertimbangkan untuk memberikan royalti," ujarnya.

Selengkapnya soal PP royalti yang diteken Jokowi..

Selanjutnya
Halaman
1 2