Selama Ramadhan, Vaksinasi COVID-19 di DIY hanya Sampai Siang Hari

Pradito Rida Pertana - detikNews
Kamis, 08 Apr 2021 14:18 WIB
Kepala Dinkes DIY Pembajun Setyaningastutie saat memberikan keterangan di Jogja Expo Center, Kapanewon Banguntapan, Bantul, Kamis (8/4/2021).
Kepala Dinkes DIY Pembajun Setyaningastutie saat memberikan keterangan di Jogja Expo Center, Kapanewon Banguntapan, Bantul, Kamis (8/4/2021). Foto: Pradito Rida Pertana/detikcom
Bantul - Dinas Kesehatan (Dinkes) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menyebut jadwal vaksinasi virus Corona atau COVID-19 saat Ramadhan berlangsung dari pagi hari sampai sebelum waktu salat zuhur. Hal ini dilakukan agar tenaga kesehatan (nakes) dan penerima vaksin bisa melaksanakan salat tarawih.

"Ya tetap kita laksanakan (vaksinasi COVID-19 saat bulan Ramadhan) dengan teknis ditambah tenaganya (medis) tapi waktunya (vaksinasi) tidak sampai sore. Kita usahakan dari pagi sampai sebelum salat zuhur sudah selesai," kata Kepala Dinkes DIY Pembajun Setyaningastutie saat ditemui di Jogja Expo Center, Kapanewon Banguntapan, Bantul, Kamis (8/4/2021).

Pembajun mengatakan pertimbangan lainnya yakni untuk menghindari terjadinya hipoglikemia pada penerima vaksin COVID-19. Dia menyebut vaksinasi Corona tahap kedua ini bakal menyasar lansia sehingga pihaknya ingin mengantisipasi hal yang tidak diinginkan.

"Kenapa pagi sampai siang, karena menghindari terjadinya hipoglikemia, kurang gula bisa cepat membuat pingsan, terus dehidrasi. Apalagi untuk lansia kan kasihan, jadi jadwalnya kita majukan lebih pagi lah," ucap Pembajun.

Pembajun menegaskan tidak ada vaksinasi Corona yang dilakukan pada malam hari. Hal ini untuk menghormati umat Islam yang ingin melaksanakan salat tarawih.

"Tidak (vaksin malam hari) kasihan teman-teman (nakes) dan kasihan sasaran (vaksinasi COVID-19). Karena kan ada waktu untuk ibadah (tarawih) kalau malam, kita menghormati itu (bagi yang melaksanakan salat tarawih)," ujarnya.

Pembajun kemudian melaporkan progress vaksinasi Corona di DIY. Berdasarkan data per tanggal 7 April sumber daya manusia kesehatan (SDMK) cakupan pertama mencapai 134,9 persen, dan dosis kedua sudah mencapai 1221, 7 persen.

"Untuk petugas publik dosis pertama kita sudah 45,35% dan dosis kedua sudah 25,17%. Untuk lansia kita sudah naik, untuk dosis pertamanya 12,82% dan dosis keduanya 1,34%, realitanya seperti itu," ucapnya.

Kemudian akumulasi total untuk SDMK dosis pertama mencapai 45.619 orang, dosis kedua mencapai 41.128 orang. Dosis kedua lebih sedikit karena sasarannya yang diregistrasi adalah 41.518 orang.

"Terus petugas publik, untuk yang registrasi 313.314 dan dosis pertama mencapai 151.795 dan dosis kedua 84.273 dosis. Untuk lansia sasaran berjalan atau yang sudah registrasi itu 593.892 orang, dan yang sudah dapat dosis pertama 37.864 dan dosis kedua 3.956 orang," ujar Pembajun.

Pembajun menyebut sejauh ini ada 10 laporan resmi yang masuk terkait Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI). Di mana 10 laporan itu terdiri dari penerima vaksin Sinovac dan Astra Zeneca.

"Laporan yang kami terima secara resmi itu baru 10-an lah, dan 10 itu ringan jadi ada yang sedikit tremor, mual-mual. Tapi setelah dicek ternyata sebagian besar karena menerima vaksinasi saat kondisi tubuh penerima vaksin kurang fit," terang Pembajun.

(ams/rih)