Dipancing COD, Pelaku Penggelapan di Sleman Diringkus Polisi

Jauh Hari Wawan S - detikNews
Kamis, 08 Apr 2021 12:39 WIB
Ilustrasi uang tunai
Ilustrasi transaksi (Foto: Getty Images/iStockphoto/CraigRJD)
Sleman - Seorang pria berinisial IS (31) warga Cikarang Barat, Bekasi, Jawa Barat, diciduk petugas Polsek Depok Barat, Sleman. IS diduga melakukan tindak kejahatan penipuan dan penggelapan dengan modus transaksi cash on delivery (COD).

"Tersangka ini berpura-pura membeli handphone dengan cara pembayaran dengan COD. Tapi setelah handphone diserahkan, tersangka langsung melarikan diri," kata Kapolsek Depok Barat Kompol Rachmadiwanto kepada wartawan, Kamis (8/4/2021).

Rachmadiwanto mengatakan kasus ini bermula saat korban bernama Fajar (26) warga Bantul menawarkan dua unit ponsel merek iPhone melalui media sosial Facebook. Tidak lama setelah diunggah, tersangka kemudian menghubungi korban.

"Tersangka mengatakan mau membeli semua dan meminta korban agar mengantarkan ke kos tersangka," terangnya.

Korban kemudian datang ke kos tersangka dengan membawa iPhone yang akan dijual. Pelaku kemudian membawa ponsel itu ke dalam kos dengan alasan kalau iPhone itu akan ditunjukkan kepada pacarnya.

"Korban curiga karena tersangka ini tidak keluar kamar. Korban langsung melakukan pengecekan di ruang kamarnya. Setelah dicek, ternyata tersangka tidak ada di dalam kos," terang Rachmadiwanto.

Korban yang merasa tertipu kemudian melapor ke polisi. Dari hasil penyelidikan, petugas mendapat informasi ada seseorang dengan ciri-ciri mirip dengan pelaku dan akan melakukan pembelian ponsel dengan cara COD.

"Kami dapat informasi kalau ada orang yang polanya mirip, kemudian kami berkoordinasi dengan korban untuk menangkap tersangka," ungkapnya.

Senjata makan tuan, polisi kemudian menjebak pelaku agar mau COD untuk membeli ponsel yang dia curi. Dengan cara ini, polisi meringkus pelaku.

"Kami pancing dengan cara akan membeli handphone korban dengan COD. Pelaku kami tangkap di daerah Ngabean, Kota Yogyakarta, beberapa waktu lalu," jelasnya.

Atas kasus ini, tersangka dijerat pasal 372 KUHP penggelapan dan 378 KUHP penipuan. Tersangka terancam hukuman 5 tahun penjara. (ams/sip)