Sultan Senang Densus 88 Sisir Terduga Jaringan Teroris di Yogya

Heri Susanto - detikNews
Senin, 05 Apr 2021 15:47 WIB
Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X
Gubernur DIY Sri Sultan HB X (Foto: Pradito Rida Pertana/detikcom)
Yogyakarta - Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) X mengaku senang dengan adanya penggeledahan jaringan terorisme oleh tim Densus 88 Antiteror. Sultan bakal meningkatkan program Jaga Warga yang berisi 25 orang di tiap kalurahan.

"Saya malah seneng. Dalam arti untuk kencenderungan-kencenderungan terjadi sesuatu (aksi teror) berkurang," kata Sultan saat ditemui di Kantor Kompleks Gubernur DIY, Kemantren Danurejan, Kota Yogyakarta, Senin (5/4/2021).

Sultan menyebut perlu memperdalam sosok jaringan terorisme dari penangkapan yang dilakukan di area Yogyakarta. Sehingga pihaknya bisa mengambil kebijakan untuk mengantisipasi kasus serupa kembali terulang.

"Mereka itu siapa? Tinggal di mana? Asli Yogya atau tidak? Kalau orang luar kan berarti muncul anggapan Yogya aman, berarti nggo ndelik (untuk bersembunyi)," katanya.

Sultan menyebut pihaknya telah melakukan langkah antisipasi paparan paham terorisme di DIY. Sultan telah menerbitkan Surat Keputusan (SK) Jaga Warga yang berisikan 25 orang di masing-masing kelurahan.

"Ya untuk kerukunan warga mereka yang bertanggung jawab di bawah pejabat di level desa yang di bawah koordinasi Badan Kesatuan Bangsa (Bakesbang)," terang Sultan.

Sebelumnya diberitakan, usai peristiwa bom bunuh diri di Makassar akhir pekan lalu, tim Densus 88 Antiteror melakukan sejumlah giat penangkapan dan penggeledahan di Bantul, Sleman, dan Kota Yogyakarta. Untuk wilayah Sleman, Densus 88 menggeledah rumah di kawasan Dawukan, Sendangtirto, Berbah, Sleman dan pondok pesantren Ibnul Qoyyim Dusun Gandu, Sendangtirto, Berbah, Sleman, Jumat (2/4).

Kemudian di Bantul, tim Densus 88 Antiteror dua hari beraksi pada Sabtu-Minggu kemarin. Pada Sabtu (4/4) Densus 88 menggeledah rumah di Kampung Salakan Jotawang, Sewon, Bantul dan mengamankan buku-buku, HT, rompi dengan logo bertuliskan perisai dan beberapa keping CD.

Kemudian keesokan harinya, tim Densus 88 mengamankan seorang penjual bakmi di Kalurahan Gilangharjo, Kapanewon Pandak, Bantul, Minggu (5/4). Dari penangkapan ini tim Densus 88 menyita panah hingga sebilah belati.

Lalu kantor Syam Organizer di Jalan Suryodiningratan, Yogyakarta juga digeledah Densus 88 Antiteror pada Minggu (5/4) kemarin. Dari penggeledahan ini, Ketua RT setempat mengatakan tim Densus mengamankan satu truk berisi dokumen, hingga kaleng diduga kotak infak.

Simak video 'Momen Densus 88 Geledah Ponpes di Sleman':

[Gambas:Video 20detik]



(ams/sip)