Pekerja Salon di Kulon Progo Ditemukan Meninggal di Tempat Kerja

ADVERTISEMENT

Pekerja Salon di Kulon Progo Ditemukan Meninggal di Tempat Kerja

Jalu Rahman Dewantara - detikNews
Jumat, 02 Apr 2021 12:42 WIB
The dead womans body. Focus on hand
Ilustrasi (Foto: Thinkstock)
Kulon Progo -

Seorang perempuan pekerja salon ditemukan tak bernyawa di tempat kerjanya di kompleks rumah toko (ruko) Pasar Nyonyol, Taruban Kulon, Kalurahan Tuksono, Sentolo, Kulon Progo.

Meninggalnya perempuan bernama Surti Yulianti, 27, warga Kapanewon Bambanglipuro, Kabupaten Bantul itu pertama kali diketahui oleh rekan kerjanya, Nurul, 19, warga Banguntapan, Bantul. Selama bekerja, keduanya menetap di salon tempatnya bekerja.

Nurul mengetahui rekannya sudah tak bernyawa pada sekitar pukul 08.00 WIB, Jumat (2/4/2021). Sebelumnya Nurul berupaya membangunkan Surti untuk salat Subuh pada pukul 04.30 WIB, tetapi tidak direspons. Saat itu Nurul belum menaruh curiga lantaran malam sebelumnya Surti masih terlihat bugar.

Selesai salat, Nurul kembali tidur. Kemudian bangun lagi pada pukul 07.30, selanjutnya mencoba membangunkan Surti untuk kedua kalinya, tetapi masih tidak direspons. "Dari situ saya mulai curiga lalu menghubungi pemilik salon, untuk menginformasikan kondisinya (Surti)," ucap Nurul kepada wartawan, Jumat (2/4/2021).

Ketika dicek bersama dengan pemilik Salon, Yayuk, diketahui Surti sudah tidak bernafas. Denyut nadinya juga berhenti. Selanjutnya mereka melaporkan hal itu ke Polsek Sentolo.

Kapolsek Sentolo Kompol Ngadiran mengatakan setelah mendapat laporan, pihaknya langsung menuju ke lokasi kejadian. Jasad korban diperiksa oleh tim Inafis Polres Kulon Progo, hasilnya tidak ditemukan adanya tanda tanda penganiayaan.

Ngadiran menerangkan berdasarkan pemeriksaan terhadap saksi, diketahui korban memiliki riwayat penyakit getah bening. Malam sebelum ditemukan meninggal, korban masih sehat dan sempat minum obat.

"Namun untuk memastikan penyebab pasti kematian itu, korban telah dibawa ke RSUD Nyi Ageng Serang oleh Relawan PMI Kulon Progo guna dilakukan pemeriksaan lebih lanjut," ucap Ngadiran.

(mbr/mbr)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT