Tim Relawan Pemakaman Corona Klaten Ngaku Diintimidasi, Polisi Turun Tangan

Achmad Syauqi - detikNews
Kamis, 01 Apr 2021 11:00 WIB
Proses pemakaman warga di Desa Jombor Kecamatan Ceper, Klaten, Rabu (31/3/2021).
Proses pemakaman korban Corona di Desa Jombor, Ceper, Klaten, Rabu (31/3/2021). (Foto: dok. Posko Dukungan Satgas Percepatan Pengendalian COVID-19 Klaten)
Klaten -

Tim relawan pemakaman Satgas Percepatan Pengendalian COVID-19 Kabupaten Klaten, Jawa Tengah mengungkap aksi intimidasi oleh sekelompok warga saat saat proses pemakaman jenazah dengan protokol kesehatan di Desa Jombor, Kecamatan Ceper. Tim relawan mengaku tidak hanya mendapatkan intimidasi tetapi mobil sempat disandera.

"Kami sangat menyesalkan kejadian kemarin. Tim kami sangat terintimidasi," ungkap Koordinator relawan pemakaman Posko Dukungan Satgas Percepatan Pengendalian COVID-19 Kabupaten Klaten, Sasongko Agung Wibowo pada detikcom, Kamis (1/4/2021).

Sasongko menjelaskan kejadian bermula saat posko menerima permintaan pemulasaraan dan pemakaman warga desa Jombor Rabu (31/3) siang. Posko lalu mengirimkan tim perintis ke lokasi.

"Posko mengirimkan tim perintis dan sampai selesai perintisan berjalan normal. Jenazah (merupakan warga yang) meninggal di rumah dan tidak di rumah sakit," tutur Sasongko.

Setelah semua persiapan selesai, terang Sasongko, tim berangkat pukul 16.35 WIB dengan dua mobil. Saat jenazah dibawa ke makam, kata Sasongko, tim relawan mendapatkan kata-kata kasar dan cemoohan.

"Semua tidak kita hiraukan. Sesuai SOP, tim eksekutor pemakaman hanya bertugas menutup peti dengan tanah, berdoa dan melakukan dekontaminasi lokasi lalu pulang," lanjut dia.

Saat pulang itulah, terang Sasongko, kerabat dan warga meminta tim eksekutor mengubur jenazah sampai selesai. Karena tidak sesuai SOP, permintaan itu tidak dituruti oleh tim eksekutor.

"Permintaan itu akan diselesaikan tim perintis dan bukan tim eksekutor. Tetapi juga tidak boleh, sehingga diselesaikan tim eksekutor," sambung Sasongko.

Menurut Sasongko, tim tidak bisa pulang karena mobil dihalangi. Selain itu banyak orang di lokasi berkata kotor, dan membawa pentungan.

"Kita tidak bisa pulang sebab dicegat. Ini sudah masuk penyanderaan karena mobil dihalangi dan banyak orang berkata kotor dan bawa pentungan," kata Sasongko.

Sasongko mengungkap pihak Posko Dukungan Satgas Percepatan Pengendalian COVID-19 Kabupaten Klaten sudah melaporkan kejadian itu ke Sekda dan Asisten Pemkab selaku Satgas. Sebab para personel di tim itu sempat drop setelah kejadian itu.

"Secara psikologis tim terpengaruh dan sempat drop. Kami sudah berkoordinasi dengan Sekda dan Asisten dan meminta kejadian itu diselesaikan serta jadi pembelajaran buat kita semua terkait tim pemakaman dan mekanismenya," pungkas Sasongko.

Salah seorang tim eksekutor berinisial HD mengatakan tim melaksanakan tugas sesuai SOP dari Satgas dan Dinas Kesehatan. Atas kejadian itu tim relawan pemakaman merasa terintimidasi.

"Kami melaksanakan tugas sesuai SOP. Kami merasa terintimidasi dari kejadian kemarin," jelas HD pada detikcom.

Selanjutnya pernyataan oleh Kapolres Klaten terkait peristiwa tersebut...

Simak juga 'Suasana Haru Pemakaman Jenazah Covid-19, Keluarga Peluk Pusara Pakai APD':

[Gambas:Video 20detik]