Mudik Dilarang, Jateng Siapkan Skenario TNI-Polri Jaga Perbatasan

Angling Adhitya Purbaya - detikNews
Selasa, 30 Mar 2021 17:59 WIB
Gubernur Jateng Ganjar Pranowo di Pati, Selasa (23/2/2021).
Gubernur Jateng Ganjar Pranowo di Pati, Selasa (23/2/2021). (Foto: Arif Syaefudin/detikcom)
Semarang -

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, meminta masyarakat bersabar agar tidak mudik Lebaran 2021. Beberapa skenario disiapkan di antaranya lokasi isolasi dan penjagaan perbatasan oleh personel TNI dan Polri.

"Saya mendorong masyarakat tidak usah mudik ya, mumpung ini (kasus COVID-19) lagi turun bagus. Sabar sebentar, ini kalau bisa dijaga kita akan bisa lebih cepat. Ingat pengalaman di Perancis dan India yang saat ini lagi naik. Tadi pagi saya juga habis ngobrol dengan KBRI di Kanada, ternyata kondisinya juga lagi naik," kata Ganjar kepada wartawan di kantornya, Semarang, Selasa (30/3/2021).

Ia menjelaskan saat ini masih menunggu aturan dari pemerintah pusat terkait larangan mudik. Aturan tersebut juga berkaitan dengan aturan teknis ibadah pada bulan Ramadhan dari Kementerian Agama dan regulasi kendaraan yang boleh berlalu-lalang dari Kementerian Perhubungan.

"Nah kita sudah punya pengalaman tahun lalu berjaga, maka kita sedang menyiapkan respons terhadap keputusan. Bayangannya sudah tahu sih, pasti kita akan bekerja sama dengan provinsi sebelah, antarkabupaten, dan TNI-Polri juga sudah menyiapkan skenario-skenario berjaga apalagi di perbatasan. Dinas kesehatan kita juga akan siap-siap, nanti akan dilakukan random rest. Hari ini vaksin sudah ada, alat tes sudah mulai banyak, mudah-mudahan dari tempat yang mulai dijaga itu bisa optimal," urai Ganjar.

Ditanya soal skenario tempat isolasi bagi warga yang nekat mudik ke Jateng saat libur Lebaran, Ganjar mengatakan akan ada beberapa tempat yang disiapkan untuk isolasi. Tempat-tempat yang disiapkan terdiri dari tingkat desa hingga kabupaten, termasuk di rumah sakit.

"Sudah pasti (tempat isolasi), nggak bisa nggak. Tidak hanya isolasi mandiri terpusat yang disiapkan bupati/wali kota, kades, tapi juga tempat khusus termasuk di rumah sakit. Kalau kemarin tempat isolasi ingin digeser, saya bilang tahan dulu. Setidaknya sampai setelah Lebaran," jelas Ganjar.

Ganjar mengakui mendapat keluhan warga yang rindu mudik. Menurutnya jika ingin bertemu orang tua di kampung atau rindu kampung halaman bisa dilakukan sekarang, sehingga tidak berbondong-bondong saat jelang Lebaran.

"Kalau pulang, sekarang, dua orang, tiga orang pulang mau nyekar, nyadran, ketemu orang tuanya menurut saya masih boleh kok nggak dilarang kan. Tapi nggak usah rombongan nanti. Kalau rombongan itu yang berbahaya. Kalau satu, dua mau pulang hari ini masih boleh. Silakan jaga prokes jaga kesehatan biar bisa aman dan nyaman semuanya," katanya.

Simak juga 'Pemerintah Larang Mudik Lebaran 2021, Ini Respons Anies':

[Gambas:Video 20detik]



(sip/ams)