Suka Duka Pasutri di Kudus Bikin Video-Blusukan Cari ODGJ Terlantar

Dian Utoro Aji - detikNews
Minggu, 28 Mar 2021 19:49 WIB
Pasutri di Kudus dedikasikan diri bantu ODGJ yang terlantar di jalan. Pasutri ini pun turut sebarkan video soal ODGJ agar dapat ditemukan pihak keluarganya.
Potret Pasutri di Kudus Keliling Kota Bantu ODGJ Terlantar (Foto: Dian Utoro Aji/Detikcom)
Kudus -

Pasangan suami istri (pasutri) di Kudus, Jawa Tengah, Sukaryo Adi Putra dan Heni Mustikaningati rela blusukan mencari orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) yang terlantar di jalan. Ternyata mereka sempat bertaruh nyawa karena ODGJ yang mereka temui membawa senjata tajam.

"Ini nyawa taruhan dan alhamdulillah sesuai dengan skenario kami. Itu di Serang, Banten, ODGJ membawa 15 golok. Jadi dia tidur di bangunan makam, pas ke sana itu ada 15 parang. ODGJ ini tidur di sampingnya, mepet tembok ada parangnya," kata Adi saat ditemui di sela blusukan mencari ODGJ di Juwana, Pati, Minggu (28/3/2021).

Beruntung, kala itu Adi blusukan bersama relawan lainnya mereka lalu mengatur strategi untuk mendekati ODGJ tersebut.

"Kebetulan sama relawan, saya atur strategi, saya keluarga ke rumah itu, Mbak Heni ambil senjata tajam. Saat saya sapa, ODGJ ini menyapa saya dan saya lega, kemudian saya ajak salaman, mendekat ke sana, salaman saya tarik ke keluar," terang Adi.

Adi pun lega ketika ODGJ itu bisa diajak berinteraksi. ODGJ pembawa sajam itu akhirnya bisa dimandikan dan diberi makan.

"Kemudian Mbak Heni ambil senjata tajam diamankan jauh-jauh. Kita ngobrol diajak makan. Alhamdulillah sesuai skenario," jelasnya.

Terlepas dari itu, Adi dan Heni juga terkesan ketika ODGJ yang mereka temui akhirnya bertemu keluarga mereka. Terlebih jika akhirnya ODGJ tersebut mau dimandikan dan dirawat.

"Contohnya Mbak Rohminarti itu 4 sampai 5 bulan rambutnya gimbal tidur di jalan. Wanita ini saat tidur kakinya ditaruh di aspal dan hari ini sudah pulang di rumah di Ponorogo, Jawa Timur. Sudah mau salat bersih-bersih rumah, mandi. Saya bersyukur banget, tidak ada yang mustahil. Di situ berjalan psikoterapi, berjalan pengobatan secara medis, harapan sembuh bisa," jelasnya.

Adi lalu mengenang salah seorang ODGJ yang masih muda dari Jepara. ODGJ itu akhirnya bisa bertemu dengan ibunya.

"Terus baru saja terkuras emosi, ODGJ di Jepara masih muda, cerita kayak orang Jepang (wajahnya mirip orang Jepang) saat dijemput keluarga. Di Kedung (Jepara), saya mandikan, nah pada saat ibunya datang, ibunya datang nangis meluk kaki anaknya. Itu saya kuat nangis," jelasnya.

Pasutri di Kudus dedikasikan diri bantu ODGJ yang terlantar di jalan. Pasutri ini pun turut sebarkan video soal ODGJ agar dapat ditemukan pihak keluarganya.Pasutri di Kudus dedikasikan diri bantu ODGJ yang terlantar di jalan. Pasutri ini pun turut sebarkan video soal ODGJ agar dapat ditemukan pihak keluarganya. Foto: Dian Utoro Aji/Detikcom

Kemudian ada seorang ODGJ perempuan asal Tangerang yang hidup di Desa Puncel, Kecamatan Dukuseti, Pati. Rupanya ODGJ yang belakangan diketahui Santi itu telah pergi dari rumah selama 2 dekade.

"Ada ODGJ bernama Santi saya temukan di Puncel Dukuhseti, Pati, terus saya antar ke Tangerang. Dia hilang 20 tahun sudah dianggap meninggal dan pulang ke keluarganya. Lha itu malam saya cari, saya mandikan di sana. Tak titipkan orang, pagi kita berangkat kita antarkan keluarga di Tangerang," terang Adi.

Kata pasutri ini soal mayoritas penyebab orang menjadi ODGJ...

Tonton juga Video: Viral Anggota DPR Dedi Mulyadi Ditampar ODGJ

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2