Petani di Kudus Tanam Melon Hidroponik, Sekali Panen Raup Puluhan Juta

Dian Utoro Aji - detikNews
Sabtu, 27 Mar 2021 18:37 WIB
Petani di Desa Besito, Kecamatan Gebog, Kudus, bertanam melon dengan sistem hidroponik, Sabtu (27/3/2021).
Petani di Desa Besito, Kecamatan Gebog, Kudus, bertanam melon dengan sistem hidroponik, Sabtu (27/3/2021). Foto: Dian Utoro Aji/detikcom
Kudus -

Gabungan kelompok tani di Kudus, Jawa Tengah, bertani melon dengan sistem hidroponik. Hal tersebut dilakukan karena sistem hidroponik disebut memiliki keunggulan, salah satunya rasa melonnya lebih manis.

Mereka adalah gabungan kelompok tani (Gapoktan) Muria Farm. Mereka menanam tanaman melon jenis camoy dan korean dengan menggunakan sistem hidroponik di lahan seluas 500 meter persegi di area persawahan Desa Besito, Kecamatan Gebog.

Tanaman melon mereka berada di sebuah green house yang berada di tengah persawahan. Saat berkunjung ke sana, para petani tengah sibuk sedang panen raya buah melon.

Sekretaris Kelompok Tani Muria Farm, Dani Saputra, mengatakan kelompok tani di desa tersebut sengaja menanam melon dengan sistem hidroponik. Kata Dani melon saat ini potensi pasaran buah melon sangat menjanjikan.

"Awal mula saya buat pertama memang saya menanam selada, terus sekarang kami kemudian mengembangkan budi daya tanaman melon secara hidroponik. Terlebih pasaran melon saat ini sangat menjanjikan sekali," kata Dani saat ditemui di lokasi, Sabtu (27/3/2021).

Dia mengatakan awalnya memulai bertanam sistem hidroponik sejak akhir tahun 2020 lalu. Di atas lahan seluas 500 meter persegi para petani menanam sebanyak 1.700 tanaman buah melon.

"Nah kalau kita ini secara sistem hidroponik, kita bisa menanam setahun bisa mencapai 5 kali, karena melon ini yang kita tanam masanya panennya 60 hari sekali. Kalau konvensional satu tahun bisa sekali dua kali dengan mengganti-ganti tanaman yang ditanam," ujar dia.

Tonton juga Video: Budidaya Tanaman Hidroponik Depok

[Gambas:Video 20detik]