Melihat Budi Daya Lobster Air Tawar di Gunungkidul

Pradito Rida Pertana - detikNews
Sabtu, 27 Mar 2021 14:53 WIB
Budi daya lobster air tawar di Gunungkidul, Sabtu (27/3/2021).
Budi daya lobster air tawar di Gunungkidul, Sabtu (27/3/2021). Foto: Pradito Rida Pertana/detikcom
Gunungkidul -

Berawal dari membawa pulang lobster air tawar membuat seorang warga Pedukuhan Ngaliyan, Kalurahan Pulutan, Kapanewon Wonosari, Gunungkidul, mulai membudidayakannya. Saat ini di pedukuhan tersebut memiliki kelompok peternak lobster dan mampu mendongkrak perekonomian warganya.

Istri penggagas budi daya lobster di Pedukuhan Ngaliyan, Sugiyanti, menjelaskan bahwa awal mula budi daya lobster dari suaminya yakni Danuyanto yang pergi ke Jakarta pada tahun 2013. Ketika pulang ke Gunungkidul, suaminya membawa puluhan lobster air tawar.

"Lalu dipelihara di ember itu, dan berlanjut di akuarium hingga akhirnya dipelihara di kolam," kata Sugiyanti saat ditemui wartawan, Sabtu (27/3/2021).

Menurutnya, perawatan lobster air tawar terbilang cukup mudah. Dia menyebut bahwa suaminya saat pagi hari mengecek air dan memberi makan berupa kacang-kacangan.

"Perawatannya cukup mudah, kalau pagi itu biasanya mengecek air. Terus untuk makanannya hanya kacang hijau atau kecambah," ujarnya.

Saat ini, kata Sugiyanti, suaminya telah memiliki belasan kolam berisi lobster air tawar. Menyusul adanya pendampingan dari pemerintah dan akhirnya mendapatkan bantuan kolam.

Bahkan, saat ini di beberapa rumah terdapat kolam kecil di depan rumahnya. Kolam itu berfungsi untuk budi daya lobster hingga saat ini.

"Karena banyak yang minat lalu ada pendampingan dari pemerintah dan terbentuklah kelompok peternak lobster Danutirto. Untuk anggotanya sekarang sekitar 25 orang," ucapnya.

Budi daya lobster air tawar di Gunungkidul, Sabtu (27/3/2021).Budi daya lobster air tawar di Gunungkidul, Sabtu (27/3/2021). Foto: Pradito Rida Pertana/detikcom

Menyoal teknis budidaya lobster air tawar, salah seorang anggota kelompok Danutirto yakni Darminto menjelaskan, untuk memelihara lobster air tawar terbilang mudah. Menurutnya, yang terpenting memeriksa air secara rutin.

"Untuk air kolam, beberapa minggu sekali dikurangi dan ditambah air baru. Selain itu jangan lupa memindahkan lobster besar setelah bertelur agar tidak kanibal," kata Darminto.

"Dan untuk makanannya diperhatikan jangan sampai kebanyakan. Makanannya bisa kacang-kacangan atau jagung," imbuh Darminto.

Terkait prospek ke depannya, dia mengaku sangat menjanjikan. Mengingat kelompoknya saat ini sampai kewalahan menerima permintaan bibit dari pengepul.

"Prospeknya cukup baik untuk tambahan penghasilan keluarga. Karena kita hanya pembibitan saja masih kurang, jadi belum sampai pembesaran sudah dibeli pengepul," katanya.

Hal itu karena setiap dua minggu atau satu bulan biasanya melakukan pengiriman sekitar 5.000 bibit ukuran 1 inci dengan harga pasaran Rp 1.000 hingga Rp 2.500 per ekor tergantung ukuran. Sedangkan untuk lobster siap konsumsi harganya lebih mahal.

"Tapi untuk mencapai dari ukuran 1 inci ke siap konsumsi paling tidak 7 bulan. Nah, kalau yang (lobster) siap konsumsi ya sekilo berisi 12 ekor, kalau dijual sekitar Rp 150 ribu," ucap Darminto.

Oleh sebab itu, saat ini selain anggota kelompok budi daya lobster, masyarakat juga ikut memelihara. Bahkan, tidak hanya di Padukuhan Ngaliyan, tetapi juga warga di sekitar Kalurahan Pulutan.

"Harapannya semoga masyarakat banyak yang tertarik memelihara lobster air tawar, karena prospek ke depan sangat menjanjikan," imbuhnya.

Tonton juga Video: Ekspor Ke Luar Negeri, Lobster Tasikmalaya yang Mendunia

[Gambas:Video 20detik]



(rih/rih)