Bea Cukai Kudus Musnahkan Rokok Ilegal-Pita Cukai Palsu Senilai Rp 8,5 M

Dian Utoro Aji - detikNews
Kamis, 25 Mar 2021 12:23 WIB
Pemusnahan rokok ilegal dan pita cukai palsu di Bea Cukai Kudus, 25/3/2021
Pemusnahan rokok ilegal dan pita cukai palsu di Bea Cukai Kudus. (Foto: Dian Utoro Aji/detikcom)
Kudus -

Jutaan batang rokok ilegal hingga ribuan pita cukai palsu dimusnahkan Bea Cukai Kudus, Jawa Tengah. Nilai barang yang dimusnahkan diperkirakan mencapai Rp 8,52 miliar.

"Jenis barang yang dimusnahkan antara lain alat pemanas 32 buah, pita cukai palsu 6.800 keping, serta rokok ilegal jenis sigaret kretek mesin (SKM) sebanyak 8.339.381 batang dan sigaret kretek tangan (SKT) 29.472 batang," kata Kepala Bea Cukai Kudus, Gatot Sugeng Wibowo, kepada wartawan di kantornya, Kamis (25/3/2021).

Gatot mengatakan pemusnahan dilakukan dengan cara dibakar secara simbolis di halaman Kantor Bea Cukai Kudus. Sedangkan sisanya barang hasil penindakan tersebut dimusnahkan dengan ditimbun di tempat pembuangan akhir (TPA) Kabupaten Pati.

"Pemusnahan dilakukan dengan membakar rokok ilegal di halaman Kantor Bea Cukai Kudus selanjutnya seluruh barang dimusnahkan dengan ditimbun di tempat pembuangan akhir (TPA) Sukoharjo, Pati," ujar dia.

Dia menjelaskan barang yang dimusnahkan tersebut merupakan hasil penindakan pada periode bulan Juni sampai November 2020. Kerugian negara akibat penindakan tersebut mencapai Rp 4,72 miliar.

"Total barang yang dimusnahkan seberat 14 ton dengan perkiraan nilai barang sebesar Rp 8,52 miliar dan potensi kerugian negara Rp 4,72 miliar," jelasnya.

Dari penindakan itu, kata dia, berbagai modus berhasil diungkap. Mulai dari modus pengiriman rokok melalui ekspedisi, dijual secara online, hingga dilakukan penimbunan di sebuah gudang.

"Berbagai modus pelanggaran digagalkan di antaranya usaha pengiriman rokok ilegal melalui perusahaan ekspedisi, penjualan melalui toko daring, termasuk berbagai cara konvensional berupa pengiriman menggunakan kendaraan dan produksi atau penimbunan di suatu bangunan," ungkapnya.

Adapun wilayah yang masih banyak peredaran rokok di wilayah Kabupaten Jepara. Menurutnya ada dua desa yang menjadi sentra rokok ilegal. Bahkan saat ini cenderung menyebar di wilayah Kabupaten Jepara.

"Penindakan ini memang paling banyak ada di Jepara ya. Kami konsentrasi ke sana juga, di Jepara ada Robayan, Kalinyamatan itu sebagai sentra produksi rokok ilegal. Kondisi terakhir menyebar maka kita akan tutup dan meminimalisir hal itu pencegahan dan pemberantasan," tandas Gatot.

(mbr/sip)