Habis Masa Tahanan, Raja-Ratu Keraton Agung Sejagat Bebas!

Rinto Heksantoro - detikNews
Senin, 22 Mar 2021 13:51 WIB
Raja Toto Santosa dan Ratu Fanni menjalani sidang vonis kasus Keraton Agung Sejagat, di Kejaksaaan Negeri Purworejo, Selasa (15/9/2020).
Raja Toto Santosa dan Ratu Fanni menjalani sidang vonis kasus Keraton Agung Sejagat, di Kejaksaaan Negeri Purworejo, Selasa (15/9/2020). (Foto: Rinto Heksantoro/detikcom)
Purworejo -

Pasangan Raja dan Ratu Keraton Agung Sejagat, Toto Santoso dan Fanni Aminadia hari ini bebas dari bui karena habis masa penahanannya. Sebelumnya di Pengadilan Negeri (PN) Purworejo, 'Raja' Toto divonis 4 tahun bui dan 'Ratu' Fanni divonis 1,5 tahun penjara.

Kabar bebasnya Raja dan Ratu Keraton Agung Sejagat tersebut dibenarkan oleh Humas Rumah Tahanan (Rutan) Purworejo, Akhmad Lutfiyan Aji.

"Betul mas, bebas demi hukum, tanggal 15 Maret kemarin mas," kata Aji ketika dihubungi detikcom, Senin (22/3/2021).

Sementara itu, Jubir Pengadilan Negeri Purworejo yang saat itu juga menjadi hakim dalam sidang kasus Keraton Agung Sejagat (KAS), Syamsumar Hidayat, menjelaskan Raja dan Ratu KAS bebas dari masa penahanan sementara bukan bebas dari pidana. Hal ini karena kedua terdakwa mengajukan kasasi atas putusan di tingkat PN Purworejo pada 15 September 2020 lalu.

"Masa penahanan selama 50 hari oleh Majelis Hakim tingkat kasasi, ditambah 60 hari oleh Ketua Mahkamah Agung (MA), jadi total masa tahanan selama 110 hari. Karena masih dalam upaya hukum yang berlaku masa penahanan bukan masa pidana, jadi statusnya bebas demi hukum karena masa penahanan 110 hari telah habis," jelas Syamsumar Hidayat saat dihubungi detikcom, siang ini.

Syamsumar menyebut perpanjangan masa penahanan kedua terdakwa selama 110 hari telah habis. Namun kasus hukum keduanya masih diproses di tingkat Mahkamah Agung (MA).

"Hukum kasasi belum ada, dan belum ada ketentuan hukum tetap. Tergantung nanti kelanjutannya seperti apa. Apakah hasilnya lebih lama dari putusan PN Purworejo atau seperti apa nanti ada hitung-hitungannya," imbuhnya.

"Ini saya juga baru saja dapat informasi bahwa masa penahanan para terdakwa ditambah 30 hari lagi dan jika masih belum selesai juga, maka akan ditambah lagi 30 hari masa penahanan. Jadi ini tugas jaksa, karena yang jelas jika terdakwa perlu ditahan kembali, maka itu tugas jaksa mencari mereka lagi untuk melanjutkan proses hingga selesai," jelas Syamsumar.

Untuk diketahui, apabila nanti putusan kasasi di MA menguatkan putusan PN Purworejo, maka raja dan ratu Keraton Agung Sejagat kembali masuk ke penjara untuk menyelesaikan sisa hukuman.

"Penetapan perpanjangan penahanan untuk 30 hari pertama dan kedua dari Mahkamah Agung telah diterima oleh PN Purworejo, akan tetapi penetapan tersebut diterima setelah para terdakwa dikeluarkan dari tahanan Rutan Purworejo," jelas Syamsumar.

(ams/sip)