Round-Up

Terbukti Bohong, Ini Sederet Pengakuan Halu Raja-Ratu Keraton Agung Sejagat

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 15 Sep 2020 15:46 WIB
Raja Toto Santosa dan Ratu Fanni menjalani sidang vonis kasus Keraton Agung Sejagat, di Kejaksaaan Negeri Purworejo, Selasa (15/9/2020).
Raja Toto Santosa dan Ratu Fanni menjalani sidang vonis kasus Keraton Agung Sejagat, di Kejaksaaan Negeri Purworejo, Selasa (15/9/2020). (Foto: Rinto Heksantoro/detikcom)
Purworejo -

Toto Santosa dan Fanni Aminadia dinyatakan terbukti bersalah karena menyiarkan berita bohong dan menimbulkan onar oleh Majelis Pengadilan Negeri (PN) Purworejo siang ini. Sederet pengakuan pasangan Raja dan Ratu Keraton Agung Sejagat ini sempat membuat heboh pada awal tahun ini karena terungkap kebohongannya. Apa saja?

Sederet pengakuan bohong alias halu Totok dan Fanni yang disampaikan kepada para 'pengikutnya' sempat diungkap kembali oleh polisi kepada wartawan saat masa penyidikan pada Januari 2020.

Salah satunya pengakuan mereka terkait wangsit untuk mendirikan kerajaan di Purworejo. Mereka mengklaim mendapatkan wangsit untuk membangun keraton Mataram II di Kecamatan Bayan, Purworejo. Bahkan, 'Raja' Toto juga memahat batu yang diklaim sebagai prasasti dan memberi nama 'Prasasti Ibu Bumi Mataram II'.

Batu yang diletakkan di halaman belakang Keraton Agung Sejagat Purworejo itu pun sampai disembah dan diberi sesaji karena diyakini prasasti peninggalan. Akhirnya terungkap motif pahatan dari batu 'prasasti' itu didapatkan Toto dari internet.

Klaim Toto sebagai keturunan Mataram atau Majapahit dipastikan juga sebagai pengakuan halu. Polisi bahkan mendatangkan tim ahli sejarah untuk mendalami kasus ini.

Hal senada juga disampaikan 'Ratu' Fanni. Fanni mengaku mendapat wangsit dan dipercaya menjadi penjaga perdamaian dunia.

"Kalau FA (Fanni Aminadia) ini masih merasa bahwa dia memang mendapatkan amanah, mendapatkan wangsit untuk menjaga perdamaian dunia," ujar Kapolda Jawa Tengah saat itu yakni Irjen Rycko Amelza Dahniel di rumah dinasnya di Jalan Diponegoro, Semarang, Jawa Tengah, Jumat (17/1).

Dari khayalannya mendapat wangsit itu, keduanya lalu menggelar pengukuhan sebagai raja dan ratu di bawah guyuran embun upas es di Dieng. Kegiatan ritual dan doa bersama itu dilakukan Juli 2019 lalu.

Dengan baju kebesarannya, Toto bersama pengikutnya menggelar pengukuhan doa bersama di kompleks Candi Arjuna, Dieng. Acaranya digelar malam hari, mulai pukul 19.00 WIB hingga dini hari.

Selanjutnya
Halaman
1 2