ADVERTISEMENT

Pasar Malam Tradisi Dandangan Jelang Ramadan 2021 di Kudus Ditiadakan

Dian Utoro Aji - detikNews
Jumat, 19 Mar 2021 11:52 WIB
Plt Bupati Kudus HM Hartopo, Jumat (19/3/2021).
Plt Bupati Kudus HM Hartopo, Jumat (19/3/2021). (Foto: Dian Utoro Aji/detikcom)
Kudus -

Pemerintah Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, meniadakan pasar malam yang menjadi salah satu rangkaian acara tradisi Dandangan menjelang bulan Ramadan tahun ini. Hal ini terkait dengan kondisi pandemi virus Corona atau COVID-19 yang masih belum usai.

"Saya sendiri pesimis ya, sebetulnya sudah ada penolakan (ditiadakan), kita tidak boleh," kata Plt Bupati Kudus HM Hartopo ditemui wartawan di pendapa Kudus, Jumat (19/3/2021).

Dia mengatakan sebelumnya Pemkab Kudus telah melaksanakan rapat terkait pelaksanaan Tradisi Dandangan. Menurutnya jika tradisi Dandangan yang biasanya ada pasar malam tetap digelar akan mengundang kerumunan yang sulit dibendung.

"Kemarin di dalam rapat kalau kita bisa mengkondisikan orang yang jualan pedagangnya untuk jaga jarak, physical distancing atau bagaimana, tapi pengunjungnya apakah kita bisa mengkondisikan itu yang menjadi masalah," terangnya.

Maka dengan adanya pertimbangan tersebut pasar malam dalam tradisi Dandangan tahun ini ditiadakan. Apalagi belum sepenuhnya wilayah Kudus menjadi zona hijau.

"Makanya dengan adanya itu kita sendiri kayaknya pesimis untuk kita gelar. Mudah-mudahan kalau tidak ada, ya tidak apa-apa," ujar dia.

Sementara itu dari data corona.kuduskab.go.id per Jumat (19/3) terdapat 101 kasus aktif orang terkonfirmasi positif virus Corona. Di antaranya 26 dirawat di rumah sakit dan 75 menjalani isolasi mandiri.

Kasus sembuh COVID-19 di Kudus ada sebanyak 5.055 orang dan meninggal dunia 514 orang. Serta secara keseluruhan kasus COVID-19 di Kudus per hari ini mencapai 5.670 orang.

Sebelumnya, Kabid Kebudayaan pada Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kudus, RR Lilik Ngesti W, sempat menjelaskan terkait sejarah tradisi Dandangan sudah ada sejak zaman Sunan Kudus. Tradisi Dandangan ini ditandai menabuh beduk untuk memberitahu jika akan memasuki awal bulan Ramadhan.

"Tradisi sudah ada sejak Sunan kudus, itu bukti kapan memulai melakukan ibadah puasa. Itu sebagai tanda bedhug untuk wara-wara (pemberitahuan). Kemudian mendatangkan tokoh masyarakat jika esoknya itu dimulainya bulan puasa," jelas Lilik ditemui di kantornya, Kamis (4/3).

Dia mengatakan dua pekan sebelumnya biasanya terdapat rangkaian acara yang meriah. Seperti pasar malam yang berada di sepanjang Jalan Sunan Kudus.

"Pasar malam itu ada sudah sejak lama, saya dengar itu bahwa proses ternyata pasar itu sebagai upaya publikasi tentang besok awal ibadah puasa kepada masyarakat daerah lain, karena saat ada pasar itu masyarakat ikut datang meramaikan di situ. Dan pada akhirnya disepakati sebagai rangkaian tradisi Dandangan," urai dia.

(sip/mbr)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT