Mudik Lebaran Tak Dilarang, Sultan Yogya Ingatkan Protokol 5 M

Pradito Rida Pertana - detikNews
Rabu, 17 Mar 2021 15:43 WIB
Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) X, Senin (22/2/2021).
Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) X (Foto: Pradito Rida Pertana/detikcom)
Yogyakarta -

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menyebut kemungkinan jika pemerintah tidak melarang masyarakat mudik Lebaran tahun ini. Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) X mengaku akan meningkatkan kontrol penerapan 5M.

"Ya ndak papa (dibolehkan mudik saat pandemi COVID-19), tapi saya belum tahu persis kebijakannya nanti seperti apa," kata Sultan saat ditemui di Kompleks Kantor Gubernur DIY, Kemantren Danurejan, Kota Yogyakarta, Rabu (17/3/2021).

Sultan tidak memungkiri dengan terbukanya arus mudik ini bakal meningkatkan mobilitas di DIY. Oleh karena itu, dia meminta pendatang betul-betul menerapkan 5M yakni memakai masker, muncuci tangan, menjaga jarak, menjauhi kerumunan dan mengurangi mobilitas.

"Yang jelas mobilitas akan meningkat. Dari peningkatan itu bagaimana kita mengontrol 5M harus tetap dipenuhi. Selama itu terpenuhi ya ketentuannya seperti itu," pesan Sultan.

Sultan mengaku ada kekhawatiran lonjakan kasus virus Corona atau COVID-19 usai mudik Lebaran. Sebab, selama ini pemberlakuan syarat surat bebas COVID-19 hanya berlaku untuk moda transportasi kereta api dan pesawat terbang.

"Makanya itu, kan tidak terpenuhi lima 5 secara ketat, karena PPKM juga harus memenuhi itu. Kalau kita berada di pantai atau tempat berkerumun, apakah yang mudik dari Jakarta mau ke Yogya di perbatasan diperiksa, harus pakai surat untuk tracing dan sebagainya kan juga ndak," kata Sultan.

Untuk itu, Sultan berharap adanya pengetatan di wilayah perbatasan. Khususnya untuk memeriksa penggunaan kendaraan pribadi apakah sudah mengantongi surat bebas COVID-19 atau belum.

"Kalau naik pesawat dan kereta api iya, tapi kalau pakai kendaraan pribadi kan di jalan juga tidak ada yang nyegat. Nah sekarang nanti kalau memang seperti itu, maka hal-hal seperti ini jadi perhatian tidak. Kalau bebas ya pasti naik juga," sambung Sultan.

Sultan pun berencana untuk melakukan penyekatan pemudik yang masuk ke DIY. Namun, hingga saat ini belum ada kebijakan yang disiapkan untuk mengatur hal tersebut maupun soal wajib isolasi mandiri bagi pemudik.

"Ya nanti kita lihat, kebijakan itu kan belum ada. Apakah dimodifikasi atau tidak. Kita juga belum tahu persis (perlu isolman tidak untuk pemudik), acuan itu dari pusat," katanya.

Diberitakan sebelumnya, Menhub Budi Karya Sumadi menyatakan kemungkinan tahun ini pemerintah tidak melarang masyarakat untuk mudik Lebaran 2021 seperti tahun lalu. Dia mengatakan akan koordinasi dengan gugus tugas penanganan COVID-19.

"Terkait dengan mudik 2021 pada prinsipnya pemerintah lewat Kemenhub tidak akan melarang. Kami akan koordinasi dengan Gugus Tugas bahwa mekanisme mudik akan diatur bersama dengan pengetatan, dan lakukan tracing pada mereka yang hendak berpergian," ujar Budi Karya dalam paparannya pada saat rapat kerja dengan Komisi V DPR RI, Selasa (16/3).

(ams/mbr)