Polisi: Ortu yang Viral Rantai Anaknya di Purbalingga Kini Ditolak Warga

Vandi Romadhon - detikNews
Senin, 15 Mar 2021 16:40 WIB
eye of boy through key whole, child abuse concept
Ilustrasi anak. (Foto: Getty Images/iStockphoto/Favor_of_God)
Purbalingga -

Video seorang anak laki-laki yang dirantai karena ditinggal sendirian oleh orang tuanya berjualan di pasar viral di Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah. Polisi mengungkap kini kedua orang tua anak itu ditolak warga dan diminta pindah.

"Karena akibat viralnya video tersebut, keluarga ini ditolak tinggal di lingkungan dan harus pindah dari rumahnya yang sekarang," kata Kapolres Purbalingga AKBP Fannky Ani Sugiharto kepada wartawan melalui keterangan tertulis kepada wartawan, Senin (15/3/2021).

Peristiwa tersebut terjadi di Desa Kalimanah Kulon, Kecamatan Kalimanah, Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah. Polisi saat ini sedang berkoordinasi dengan aparat dan warga di desa lingkungan tempat tinggal orang tua anak dalam video itu. Fannky berharap keluarga tersebut tidak harus pindah karena tidak ada bukti kekerasan selama anak itu dirantai.

"Kami berharap kepada pihak Desa agar bisa disampaikan kepada masyarakat di lingkungan untuk tidak mengambil tindakan yang dapat merugikan. Selain itu, bisa menerima kembali keluarga tersebut tinggal di rumahnya," urainya.

Fannky menjelaskan kondisi ekonomi keluarga anak itu lemah. Kedua orang tua anak tersebut sehari-hari berjualan di pasar. Polisi juga menemukan ada makanan dan minuman yang disediakan di dekat anak itu.

Orang tua berpikir anaknya akan aman jika dirantai ketika ditinggal di rumah sendirian. Hal ini berbeda dengan narasi di sejumlah postingan yang menyebut anak itu dirantai karena nakal.

"Kejadian tersebut terjadi tiga kali dalam waktu yang berbeda dan tidak dilakukan selama 1x24 jam atau lebih secara terus-menerus. Itu dilakukan pada waktu tertentu saat ditinggal orang tuanya bekerja di pasar," jelasnya.

Lihat juga Video: P2TP2A Sukabumi Tengok Bocah Korban Kekerasan Ibu Tiri: Sedih, Geram!

[Gambas:Video 20detik]



(sip/rih)