Guiding Block Tunanetra di Solo Rusak-Nabrak Tiang, Pemkot Janji Perbaiki

Bayu Ardi Isnanto - detikNews
Sabtu, 13 Mar 2021 15:17 WIB
Guiding block di Jalan Cipto Mangunkusumo Solo, Sabtu (13/3/2021)
Penampakan guiding block di Jalan Cipto Mangunkusumo Solo (Foto: Bayu Ardi Isnanto/detikcom)
Solo -

Guiding block atau jalur khusus bagi tunanetra di Solo banyak yang kondisinya memprihatinkan. Jalur khusus tunanetra itu ada yang menabrak tiang, rusak, hingga dipakai untuk tempat parkir.

Pantauan di Jalan Bhayangkara sisi barat Museum Keris, Sabtu (13/3), tampak guiding block menabrak tiang listrik. Bahkan ada beberapa tiang yang berdiri pada jalur tunanetra.

Kemudian di Jalan Ciptomangunkusumo sisi timur kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK), terlihat guiding block mentok ke ujung jalan. Padahal di ujung jalan tidak terdapat turunan. Dikhawatirkan tunanetra justru akan terjatuh ketika sampai di ujung guiding block.

Sementara di citywalk Jalan Slamet Riyadi, terdapat jalur tunanetra yang sangat panjang. Di beberapa titik terdapat guiding block yang rusak ataupun digunakan untuk parkir mobil.

Wakil Ketua Tim Advokasi Difabel Solo, Yulianto, menyayangkan adanya pembangunan infrastruktur yang tidak memperhatikan aksesibilitas bagi difabel. Menurutnya, difabel harus diberi akses untuk bisa menggunakan fasilitas umum.

"Biasanya kejadian seperti itu karena guiding blocknya sudah ada terlebih dahulu, baru kemudian dilakukan pembangunan. Sayangnya renovasi tidak memperhatikan aksesibilitas, sehingga ada kesalahan," kata Yulianto saat dihubungi detikcom, Sabtu (13/3/2021).

Yulianto mengaku terus melakukan koordinasi dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Solo ketika menemukan akses bagi disabilitas yang tidak berfungsi optimal.

"Kami biasanya langsung koordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR)," ujarnya.

Sementara itu, Kabid Bina Marga Dinas PUPR Solo, Nur Basuki, mengatakan kejadian guiding block tak sesuai fungsi itu biasa terjadi karena dikerjakan oleh pihak lain. Kesalahan diperbaiki setelah aset itu diserahkan kepadanya.

"Pembangunan itu bisa dilakukan dari pihak mana saja, nanti setelah selesai itu kan baru diserahkan ke kami. Kalau ada kesalahan kami perbaiki," ujar Nur saat dihubungi detikcom, siang ini.

Dia berjanji adanya kesalahan itu akan segera diperbaiki oleh Dinas PUPR. Menurutnya, anggaran perbaikan pun sudah disiapkan.

"Iya, pasti kami perbaiki. Anggaran sudah ada" pungkasnya.

(bai/ams)