3 Mahasiswa di Salatiga Meninggal Keracunan Usai Pesta Miras Oplosan

Akbar Hari Mukti - detikNews
Jumat, 12 Mar 2021 18:34 WIB
Tiga mahasiswa di Boyolali tewas keracunan miras oplosan, Jumat (12/3/2021).
Konferensi pers kasus tiga mahasiswa di Salatiga tewas keracunan miras oplosan, Jumat (12/3/2021). (Foto: Akbar Hari Mukti/detikcom)
Salatiga -

Tiga orang mahasiswa di Kabupaten Salatiga, Jawa Tengah, meninggal dunia akibat keracunan usai pesta minuman keras atau miras. Miras yang dikonsumsi para korban merupakan miras oplosan.

"Tiga mahasiswa asal Papua di Salatiga meninggal dunia setelah melakukan pesta miras oplosan. Ketiganya mengalami intoksikasi atau keracunan miras tersebut," jelas Kapolres Salatiga AKBP Rahmad Hidayat, dalam jumpa pers di kantornya, Sidomukti, Salatiga, Jumat (12/3/2021).

Ketiganya masing-masing inisial OW (21), RC (24), dan MMS (23). Ketiganya, kata Rahmad, merupakan mahasiswa Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Salatiga.

"Ketiganya adalah mahasiswa UKSW Salatiga," paparnya.

Rahmad menjelaskan kejadian bermula saat OW mengalami sesak napas karena penurunan sel darah di kamar kosnya, Rabu (10/3). Sempat dirawat di RSUD Salatiga, OW meninggal dunia pada Rabu (10/3) malam.

Sementara RC dan MMS masing-masing meninggal dunia Kamis (11/3) dan Jumat (12/3) setelah mengalami gejala yang sama.

Dari hasil penelusuran kepolisian, ketiganya bersama empat rekannya yang lain melakukan pesta miras oplosan di kamar kos salah seorang korban, Senin (8/3).

"Lima hari yang lalu 7 orang termasuk ketiga mahasiswa meninggal dunia itu melakukan pesta miras oplosan. Selain ketiga mahasiswa meninggal, empat mahasiswa lainnya harus dirawat di rumah sakit namun saat ini kondisi mereka stabil," ujarnya.

Dari hasil olah TKP, polisi mengamankan beberapa botol miras di kamar kos yang digunakan untuk melakukan pesta miras tersebut. Polisi juga telah meminta keterangan penjual miras yang dikonsumsi korban.

"Penjual ada kemungkinan menjadi tersangka karena melakukan kelalaian sehingga ada korban meninggal," jelasnya.

Pembantu Rektor 3 UKSW, Andeka Rocky Tanamaah, mengaku adanya pengawasan yang tak maksimal sehingga ada mahasiswanya yang melakukan pesta miras. Andeka mengungkap pihak kampus telah melakukan imbauan secara kontinu agar mahasiswanya menjauhi minuman keras.

"Kami selalu memberi imbauan secara kontinu untuk mahasiswa menjauhi minuman keras dan lainnya. Ini catatan kami untuk meningkatkan komunikasi ke mahasiswa," jelasnya ditemui di Mapolres Salatiga.

Jenazah tiga mahasiswa tersebut telah dipulangkan ke Papua. "Untuk OW diterbangkan ke Mimika pagi ini. Sementara dua lainnya diterbangkan dari Semarang ke Papua sore ini," jelasnya.

(sip/rih)