Kader PD Disebut Diancam Intel, Polda Jateng: Kami Tak Ikut Campur Politik

Angling Adhitya Purbaya - detikNews
Selasa, 09 Mar 2021 17:03 WIB
Kabid Humas Polda Jateng Kombes Iskandar Fitriana di Mapolres Rembang, Kamis (11/2/2021).
Kabid Humas Polda Jateng Kombes Iskandar Fitriana (Foto: Arif Syaefudin/detikcom)
Semarang -

Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Benny K Harman mengungkap adanya ancaman dari intel kepolisian terhadap pengurus Demokrat di tingkat kabupaten dan kota. Polda Jawa Tengah (Jateng) menegaskan tidak ikut campur urusan politik.

"Polisi tidak pernah ikut campur urusan politik atau parpol," kata Kabid Humas Polda Jateng Kombes Iskandar F Sutisna lewat pesan singkat kepada detikcom, Selasa (9/3/2021).

Iskandar menegaskan tidak ada perintah apapun kepada anggota untuk mencampuri urusan politik. Terlebih masalah internal di Partai Demokrat.

"Polda Jateng tidak pernah ada perintah apapun kepada anggota terkait permasalahan dalam tubuh partai Demokrat," ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, Wakil Ketua Umum Partai Demokrat, Benny K Harman dalam akun twitternya @BennyHarmanID menyebut para pengurus Demokrat di daerah mendapat ancaman dari intel kepolisian. Benny menyebut para pengurus di daerah diminta menyerahkan nama-nama pengurus inti partai dan mendukung acara yang diklaim Kongres Luar Biasa (KLB) Partai Demokrat di Deli Serdang, Sumut.

"Para pengurus Demokrat tingkat kabupaten dan kota kini resah. Mereka diancam intel2 Polres untuk menyerahkan nama2 pengurus inti partai," kata Benny melalui akun Twitter @BennyHarmanID yang sudah diperbolehkan untuk dikutip detikcom, Selasa (9/3).

Benny menyebut para intel kepolisian tersebut diberikan perintah oleh kapolres di daerah. Tak hanya itu, Benny menyebut para pengurus Partai Demokrat di daerah juga dibujuk untuk mendukung acara yang diklaim hasil Kongres Luar Biasa (KLB) Partai Demokrat di Deli Serdang, Sumut.

"Katanya atas perintah Kapolres. Ada pula yang dibujuk utk pro Pengurus Demokrat hasil KLB jika mau aman. Ini beneran kah.? Rakyat Monitor!" ucap Benny.

Ia menjelaskan hal itu diperoleh dari laporan langsung kader di daerah. Benny menyampaikan Partai Demokrat kini tengah menyelidiki kebenaran informasi tersebut. Namun dia memastikan laporan itu didapatkan langsung dari para pengurus di daerah.

"Apakah benar dari intel Polres, masih kita selidiki. Itu laporan yang kami terima dari daerah," ungkap Benny.

Simak juga Video "Menkumham soal KLB PD: Tolong Pak SBY dan AHY Jangan Tuding Pemerintah":

[Gambas:Video 20detik]



(ams/rih)