Waketum PD Dapat Informasi Pengurus Daerah Diancam Intel Polres!

Matius Alfons - detikNews
Selasa, 09 Mar 2021 15:15 WIB
AHY dan Benny Kabur Harman (Dok. Instagram AHY).
Foto: AHY dan Benny Kabur Harman (Dok. Instagram AHY).
Jakarta - Partai Demokrat mengungkap adanya ancaman terhadap para pengurus Demokrat di tingkat kabupaten dan kota. Para pengurus Demokrat di daerah disebut diminta menyerahkan nama-nama pengurus inti partai dan mendukung acara yang diklaim Kongres Luar Biasa (KLB) Partai Demokrat di Deli Serdang, Sumut.

Hal tersebut disampaikan oleh Wakil Ketua Umum Partai Demokrat, Benny K Harman melalui cuitannya di media sosial Twitter yang diizinkan untuk dikutip detikcom. Dia menyebut adanya ancaman dari intel kepolisian terhadap pengurus Partai Demokrat di daerah.

"Para pengurus Demokrat tingkat kabupaten dan kota kini resah. Mereka diancam intel2 Polres untuk menyerahkan nama2 pengurus inti partai," kata Benny melalui akun twitter @BennyHarmanID seperti dikutip detikcom, Selasa (9/3/2021).

Benny menyebut para intel kepolisian tersebut diberikan perintah oleh kapolres di daerah. Tak hanya itu, Benny menyebut para pengurus Partai Demokrat di daerah juga dibujuk untuk mendukung acara yang diklaim hasil Kongres Luar Biasa (KLB) Partai Demokrat di Deli Serdang, Sumut.

"Katanya atas perintah Kapolres. Ada pula yang dibujuk utk pro Pengurus Demokrat hasil KLB jika mau aman. Ini beneran kah.? Rakyat Monitor!" ucap Benny.

Benny pun menjelaskan lebih lanjut terkait cuitannya tersebut. Anggota Komisi III DPR RI dari ini mengaku mendapatkan laporan langsung dari sejumlah pengurus Partai Demokrat daerah terkait ancaman tersebut.

"Itu laporan-laporan dari daerah, Yah, itu realitas di lapangan," ujarnya.

Benny menyampaikan Partai Demokrat kini tengah menyelidiki kebenaran informasi tersebut. Namun dia memastikan laporan itu didapatkan langsung dari para pengurus di daerah.

"Apakah benar dari intel Polres, masih kita selidiki. Itu laporan yang kami terima dari daerah," ungkap Benny.

Simak video 'Polemik Demokrat, Tudingan Ilegal hingga Klaim Paling Sah!':

[Gambas:Video 20detik]



(maa/gbr)