Pemkot Semarang Siapkan Pedoman Sekolah Tatap Muka Juli

Angling Adhitya Purbaya - detikNews
Senin, 08 Mar 2021 20:12 WIB
Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi
Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi (Foto: Pemkot Semarang)
Semarang - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyebut vaksinasi COVID-19 untuk guru ditargetkan selesai bulan Juni dan bulan Juli mulai dilakukan sekolah tatap muka atau pembelajaran tatap muka. Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang pun mematangkan persiapan sekolah tatap muka untuk siswa SD dan SMP yang menjadi wewenangnya digelar pada Juli mendatang.

Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi atau Hendi, mengatakan jika pemerintah pusat memang memerintahkan sekolah tatap muka bulan Juli. Pihak Pemkot Semarang menyatakan siap menindaklanjuti dengan berbagai penyesuaian di kala pandemi.

"Pedomannya pada hal yang digariskan pemerintah pusat. Kalau kemarin disyaratkan tatap muka bulan Juli, ya persiapkan itu," kata Hendi di Balai Kota Semarang, Senin (8/3/2021).

"Siapkan tata kelola sekolah, siapkan air untuk wastafel, guru divaksin, ruangan tidak berjubel. Bisa berangkat pagi, berangkat siang, sehari masuk sehari off," imbuh Hendi memerinci rencana sekolah tatap muka pada Juli mendatang.

Hendi pun menargetkan seluruh tenaga pendidik harus divaksin sebelum Juli 2021 untuk memulai sekolah tatap muka. Sebab, para siswa belum bisa menerima vaksin COVID-19 karena berusia di bawah 18 tahun.

"Belum boleh siswanya (divaksin), kekuatannya di para pendidik. Karena memang belum boleh, minimal 18 tahun. (Siswa) SD-SMP kan belum (boleh divaksin)," ujarnya.

Untuk diketahui, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menargetkan vaksinasi untuk guru selesai Juni mendatang. Sehingga pada bulan Juli mulai dilakukan pembelajaran tatap muka.

"Targetnya pada bulan Juni nanti 5 juta guru, tenaga pendidik, dan pendidikan semuanya Insya Allah semuanya bisa kita sudah selesaikan, sehingga di bulan Juli saat mulai ajaran baru, semuanya bisa berjalan normal kembali. Saya kira targetnya itu," kata Jokowi dalam siaran langsung di kanal YouTube Sekretariat Presiden, Rabu (24/2).

(ams/rih)